LombokPost- Ribuan siswa SMAN 3 Mataram mendapat pengalaman istimewa. Pembalap dunia asal Turki, Toprak Razgatlioglu, menyambangi sekolah yang berada di Jalan Pemuda, Dasan Agung Baru, Rabu (7/10).
Pembalap Prima Pramac Yamaha itu hadir dalam rangkaian kegiatan safety riding. Kehadiran Toprak menjadi magnet bagi para siswa sekaligus momentum untuk memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada pelajar.
Dari sejumlah sekolah di Kota Mataram, SMAN 3 Mataram terpilih menjadi satu-satunya sekolah yang mendapat kesempatan dikunjungi Toprak. Kehadiran pembalap tersebut disambut antusias oleh siswa dan jajaran sekolah.
Baca Juga: Anggun Alqiana Raih Juara III OMI Geografi, Tambah Prestasi MAN 2 Mataram
Toprak tiba di SMAN 3 Mataram sekitar pukul 10.30 Wita. Mengenakan celana pendek dan jaket biru, pembalap tersebut berinteraksi langsung dengan siswa. Ia juga sempat menunjukkan atraksinya menggunakan motor balap Yamaha.
Namun, kunjungan Toprak tidak sekadar menjadi ajang bertemu pembalap dunia. Sebelum sesi utama berlangsung, siswa mendapatkan pembekalan safety riding dari tim Yamaha.
Materi yang diberikan menyangkut keselamatan berkendara di jalan raya. Mulai dari tata cara berkendara yang aman, penggunaan helm secara tepat, hingga posisi tubuh ketika mengendarai sepeda motor.
Baca Juga: MAN 1 Mataram Hadapi Gen Z dengan Strategi P3K
Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum mengatakan, edukasi safety riding tersebut sangat relevan dengan kondisi siswa. Sebagian besar pelajar berada pada usia remaja dan aktif menggunakan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari.
“Kami memberikan apresiasi dan edukasi ini berjalan sangat positif. Diharapkan, sosialisasi safety riding bersama Toprak dapat meningkatkan kesadaran para siswa akan pentingnya keselamatan berlalu lintas saat berkendara,” pungkasnya.
Disisi lain, kehadiran Toprak Razgatlioglu di SMAN 3 Mataram juga dinilai dapat menjadi pemantik bagi siswa yang memiliki minat di dunia balap. Kepala KCD Dikpora Wilayah I Purni Susanto mengatakan, potensi tersebut perlu diarahkan melalui pembinaan yang tepat.
Baca Juga: Wisuda ke-12 Undikma, 971 Lulusan dan 51 Raih Summa Cumlaude
Menurutnya, dunia balap profesional bisa menjadi salah satu jalur pengembangan bakat siswa. Namun, minat tersebut harus disalurkan melalui kegiatan yang aman dan terstruktur.
Purni mengingatkan, tanpa pembinaan yang tepat, kegemaran siswa terhadap balap berpotensi disalurkan melalui aksi balap liar atau trek-trekan di jalan raya. Karena itu, sekolah didorong memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat balap. Termasuk membuka peluang kemitraan dengan pihak luar untuk menyediakan area praktik yang aman dan sesuai ketentuan.
“Melalui jalur yang terstruktur minat dan bakat balap siswa diproyeksikan mampu terasah secara profesional hingga menembus kejuaraan tingkat tinggi seperti MotoGP,” ujar Purni.
Baca Juga: LPKN Training Center Mataram Siapkan Tenaga Kerja Terampil NTB untuk Kerja ke Eropa
Menurutnya, dukungan sekolah dan keterlibatan profesional menjadi modal penting dalam mengarahkan potensi balap siswa. Pembinaan yang dilakukan sejak dini bukan hanya mencegah pelajar terlibat balap liar, tetapi juga membuka peluang lahirnya atlet balap berprestasi.
Kehadiran Toprak Razgatlioglu di SMAN 3 Mataram pun menjadi momentum untuk menghubungkan siswa dengan dunia balap profesional. Edukasi safety riding berjalan beriringan dengan upaya menemukan dan mengembangkan bakat olahraga balap secara positif.
Dengan pembinaan yang terarah, potensi siswa dibidang balap diharapkan dapat berkembang hingga tingkat lebih tinggi. Bukan di jalan raya, melainkan melalui jalur olahraga yang aman, profesional, dan mampu membawa nama daerah maupun Indonesia ke pentas internasional.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post