LombokPost- Kain Tenun Sasak tak hanya menjadi warisan budaya. Ditangan tiga siswi MAN 1 Mataram, potensi tenun tradisional Desa Sade, Lombok Tengah diolah menjadi gagasan inovasi yang mampu bersaing ditingkat nasional.
Melalui karya ilmiah bertajuk Atena (Akselerasi Tenun Nusantara), Tim Regenera Karya Ilmiah Remaja (KIR) MAN 1 Mataram berhasil meraih juara II Lomba Esai Counfest (Coop Education Festival) 2026. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari Counfest Universitas Lampung yang digelar Koperasi Konsumen Mahasiswa Universitas Lampung (Kopma Unila).
Tim MAN 1 Mataram diperkuat Amalina Zahratin, Khairunnisa Farzanah Zahirah, dan Nisa Asyifa. Ketiganya mengangkat persoalan pemasaran Tenun Sasak di Desa Sade sebagai fokus utama karya esai.
Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Sambangi SMAN 3 Mataram, Bakat Balap Siswa Didorong
Ketua Tim Amalina Zahratin mengatakan, gagasan Atena lahir dari kepedulian terhadap pemasaran kain tenun Sasak di Desa Sade. Selama ini, transaksi pengerjaan dan pembelian kain tenun masih banyak dilakukan secara langsung.
Kondisi tersebut dinilai membuat pemasaran Tenun Sasak belum maksimal menjangkau konsumen di luar daerah. Karena itu, ketiga siswi MAN 1 Mataram tersebut menawarkan konsep strategis agar produk tenun tradisional Desa Sade dapat dipasarkan lebih luas, bahkan memiliki peluang menembus pasar internasional.
“Kami berharap konsep Atena dapat terus dikembangkan agar Tenun Sasak benar-benar dikenal luas oleh dunia luar,” kata Amalina.
Baca Juga: Latihan Dua Bulan Berbuah Emas, Siswi MAN 1 Mataram Juara Pencak Silat
Prestasi MAN 1 Mataram di Counfest 2026 terasa semakin istimewa. Sebab, kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertama bagi ketiga siswi itu mengikuti lomba karya ilmiah. Berbekal dorongan dan kepercayaan dari kakak senior di sekolah, Tim Regenera KIR MAN 1 Mataram memberanikan diri mendaftar kompetisi secara daring. Mereka kemudian bersaing dengan 55 peserta pada kategori pelajar.
Rangkaian Counfest 2026 berlangsung sejak 22 Agustus hingga 28 September. Karya Atena Tenun Nusantara yang diusung tim MAN 1 Mataram berhasil masuk lima besar dan melaju ke babak final.Babak presentasi finalis digelar secara online dari perpustakaan MAN 1 Mataram. Setelah melalui tahapan tersebut, hasil perlombaan diumumkan pada 30 September. Tim Regenera KIR MAN 1 Mataram akhirnya berhasil membawa pulang medali perak atau juara II Lomba Esai Counfest 2026.
Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki mengapresiasi capaian yang diraih Tim Regenera KIR MAN 1 Mataram. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para siswa, tetapi juga membawa nama MAN 1 Mataram ke tingkat nasional.
Baca Juga: Simulasi TKA di KCD Dikpora Wilayah I Tembus 90 Persen, Sekolah Diminta Siapkan Komputer Cadangan
Syauki mendorong siswa agar tidak cepat puas dengan pencapaian tersebut. Pengalaman mengikuti kompetisi diharapkan menjadi modal untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan gagasan. Menurutnya, karya Atena menunjukkan bahwa budaya lokal NTB memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui kreativitas generasi muda.
Tenun Sasak Desa Sade yang menjadi tema utama karya tersebut sekaligus mempertemukan berbagai aspek pembelajaran. Mulai dari budaya, ekonomi kreatif, pemasaran, teknologi hingga kemampuan mengembangkan gagasan menjadi karya ilmiah.
Bagi Tim Regenera MAN 1 Mataram kata Syauki, juara II Counfest 2026 menjadi awal untuk terus mengembangkan inovasi. Gagasan tentang Tenun Sasak diharapkan tidak berhenti sebagai karya esai, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk memperkenalkan potensi budaya NTB lebih luas.
Baca Juga: Analisis TKA Jadi Bekal SMPN 8 Mataram Hadapi TKA 2026/2027
Prestasi MAN 1 Mataram melalui Atena juga menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber ide bagi generasi muda. Dengan inovasi dan strategi yang tepat, Tenun Sasak dari Desa Sade memiliki peluang semakin dikenal, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga panggung internasional.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post