MAN 1 Mataram Raih Juara II Counfest 2026

Jay • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:12 WIB
BERPRESTASI: Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki foto bersama Tim Regenera KIR MAN 1 Mataram yang meraih juara II Counfest 2026 di madrasah setempat, Kamis (8/10).
BERPRESTASI: Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki foto bersama Tim Regenera KIR MAN 1 Mataram yang meraih juara II Counfest 2026 di madrasah setempat, Kamis (8/10).

 

LombokPost- Kain tenun Sasak tak hanya menjadi warisan budaya. Di tangan tiga siswi MAN 1 Mataram, potensi tenun tradisional Desa Sade, Lombok Tengah, diolah menjadi gagasan inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Melalui karya ilmiah bertajuk Atena (Akselerasi Tenun Nusantara), Tim Regenera Karya Ilmiah Remaja (KIR) MAN 1 Mataram berhasil meraih juara II Lomba Esai Counfest (Coop Education Festival) 2026.

Kompetisi itu merupakan bagian dari Counfest Universitas Lampung yang digelar Koperasi Konsumen Mahasiswa Universitas Lampung (Kopma Unila).

Tim MAN 1 Mataram diperkuat Amalina Zahratin, Khairunnisa Farzanah Zahirah, dan Nisa Asyifa. Ketiganya mengangkat persoalan pemasaran Tenun Sasak di Desa Sade sebagai fokus utama karya esai.

Baca Juga: Tenun Sasak Bawa MAN 1 Mataram Juara II Counfest 2026

Ketua Tim Amalina Zahratin mengatakan, gagasan Atena lahir dari kepedulian terhadap pemasaran kain tenun Sasak di Desa Sade. Selama ini, transaksi pengerjaan dan pembelian kain tenun masih banyak dilakukan secara langsung.

Kondisi itu dinilai membuat pemasaran Tenun Sasak belum maksimal menjangkau konsumen di luar daerah.

Karena itu, ketiga siswi MAN 1 Mataram itu menawarkan konsep strategis agar produk tenun tradisional Desa Sade dapat dipasarkan lebih luas, bahkan memiliki peluang menembus pasar internasional.

“Kami berharap konsep Atena dapat terus dikembangkan agar Tenun Sasak benar-benar dikenal luas oleh dunia luar,” kata Amalina.

Baca Juga: Formasi Guru NTB Dipetakan, Guru Produktif SMK Jadi Prioritas

Prestasi MAN 1 Mataram di Counfest 2026 terasa semakin istimewa karena kompetisi itu merupakan pengalaman pertama bagi ketiga siswi dalam mengikuti lomba karya ilmiah.

Berbekal dorongan dan kepercayaan dari kakak senior di sekolah, Tim Regenera KIR MAN 1 Mataram memberanikan diri mendaftar kompetisi secara daring. Mereka kemudian bersaing dengan 55 peserta pada kategori pelajar.

Kepala MAN 1 Mataram Lalu Syauki mengapresiasi capaian yang diraih Tim Regenera KIR MAN 1 Mataram. Menurutnya, prestasi itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para siswa, tetapi juga membawa nama MAN 1 Mataram ke tingkat nasional.

Syauki mendorong siswa agar tidak cepat puas dengan pencapaian itu. Pengalaman mengikuti kompetisi diharapkan menjadi modal untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengembangkan gagasan. Menurutnya, karya Atena menunjukkan bahwa budaya lokal NTB memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui kreativitas generasi muda.

Baca Juga: THE WUR 2027, Unram Peringkat Pertama PTN BLU dan 16 Nasional

Bagi Tim Regenera MAN 1 Mataram, kata Syauki, juara II Counfest 2026 menjadi awal untuk terus mengembangkan inovasi. Gagasan tentang Tenun Sasak diharapkan tidak berhenti sebagai karya esai, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk memperkenalkan potensi budaya NTB lebih luas.

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
1. Siswi MAN 1 Mataram 2. Tenun Sasak 3. Juara II Counfest 2026 4. Tim KIR MAN 1 Mataram 5. Atena Akselerasi Tenun Nusantara