LombokPost - Menjadi pemimpin bukan sekadar mampu mengatur organisasi. Integritas, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bekal penting untuk membawa perubahan positif. Nilai-nilai itulah yang diasah melalui Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) SMAN 3 Mataram (Smanti) bagi pengurus OSIS, Majelis Perwakilan Kelas (MPK), dan koordinator ekstrakurikuler periode 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (8/10) tersebut menjadi ruang pembinaan bagi calon pemimpin muda di lingkungan sekolah. Melalui berbagai aktivitas dan permainan edukatif di alam terbuka, peserta dilatih membangun kekompakan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menghadapi tantangan secara bersama-sama.
LDK Smanti tahun ini mengusung tema “Membentuk Pemimpin Muda yang Berkarakter, Berintegritas, dan Bertanggung Jawab Menuju OSIS dan Co Ekskul yang Inspiratif”. Tema tersebut menegaskan pentingnya karakter dalam menjalankan roda organisasi siswa.
Baca Juga: MAN 1 Mataram Raih Juara II Counfest 2026
Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum mengatakan, LDK menjadi salah satu sarana untuk membentuk jiwa kepemimpinan sekaligus memperkuat karakter siswa yang mendapat amanah sebagai pengurus organisasi sekolah.
Menurutnya, pengurus OSIS, MPK, dan koordinator ekstrakurikuler memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi teladan bagi siswa lainnya. Karena itu, kemampuan berorganisasi perlu berjalan seiring dengan sikap disiplin, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
“Pengalaman ini diharapkan dapat diterapkan ketika para pengurus menjalankan tugas organisasi di sekolah. Sebab, kepemimpinan siswa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur kegiatan, tetapi juga kesanggupan mendengarkan pendapat, mengambil tanggung jawab, dan menjaga kekompakan tim,” ujar Yuspita.
Baca Juga: 15 Mahasiswa Unram Dapat Beasiswa Rp 111,6 Juta dari Bank NTB Syariah
Melalui LDK, siswa juga diajak memahami pentingnya komunikasi dan kepercayaan dalam membangun tim yang solid. Aktivitas kelompok menjadi sarana untuk melatih kemampuan mengambil keputusan, menghargai perbedaan pendapat, serta mencari solusi ketika menghadapi tantangan.
Pembinaan kepemimpinan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi pengurus OSIS, MPK, dan koordinator ekstrakurikuler Smanti dalam menjalankan program organisasi selama periode 2026/2027. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu menghadirkan kegiatan yang kreatif, bermanfaat, dan melibatkan lebih banyak siswa.
“Pengurus OSIS, MPK, dan koordinator ekstrakurikuler diharapkan dapat membangun lingkungan sekolah yang aktif, kreatif, serta menjunjung nilai integritas,” harap Yuspita.
Baca Juga: Tim KIR MAN 2 Mataram Raih Juara III LKTI Teknologi Tepat Guna 2026
Dia berharap kegiatan LDK dapat melahirkan pemimpin muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, organisasi siswa tidak hanya menjadi wadah kegiatan sekolah, tetapi juga tempat belajar kepemimpinan, membangun karakter, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post