LombokPost- Amalina Zahratin, siswi MAN 1 Mataram, berhasil meraih medali perak dalam Lomba Esai Counfest (Coop Education Festival) 2026 tingkat nasional.
Melalui gagasan Atena (Akselerasi Tenun Nusantara), dia bersama timnya menawarkan inovasi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan penjualan tenun Sasak dari Desa Sade, Lombok Tengah.
Prestasi nasional ini berangkat dari kepekaan terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi perajin lokal.
Selama ini, transaksi penjualan tenun Sasak di Desa Sade masih mengandalkan pembelian secara langsung di lokasi. Pemasaran ke luar daerah belum didukung sistem pengiriman dan pemasaran digital yang memadai.
Kondisi itu mendorong Amalina bersama dua rekannya yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MAN 1 Mataram untuk merumuskan gagasan Atena.
Mereka ingin memperkenalkan tenun khas Desa Sade kepada pasar yang lebih luas melalui inovasi yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi.
Baca Juga: Tim KIR MAN 2 Mataram Raih Juara III LKTI Teknologi Tepat Guna 2026
“Kami merumuskan inovasi tenun nusantara agar produk khas Desa Sade dapat terjangkau secara luas hingga dikenal masyarakat internasional,” ujarnya.
Keberhasilan meraih medali perak Lomba Esai Counfest 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Amalina dan timnya. Sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional, mereka sempat merasa ragu karena belum memiliki banyak pengalaman dalam perlombaan serupa.
Namun, dorongan dan pendampingan dari para kakak senior di sekolah membantu mereka membangun kepercayaan diri. Dukungan itu menjadi salah satu bekal untuk mengembangkan gagasan hingga siap diikutsertakan dalam kompetisi.
Baca Juga: LDK SMAN 3 Mataram Asah Jiwa Kepemimpinan Pengurus OSIS dan MPK
Atena bukan sekadar ide untuk memenuhi kebutuhan lomba esai. Gagasan itu lahir dari pengamatan terhadap potensi tenun Sasak sekaligus tantangan pemasaran yang dihadapi para perajin di Desa Sade.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post