Seleksi Pemuda Pelopor NTB 2026 Sisir Desa, Regenerasi Jadi Penilaian Utama

Jay • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:18 WIB
Kabid Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB Tarmidzi
Kabid Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB Tarmidzi

 

LombokPost- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB terus menyisir potensi anak muda inspiratif di pelosok desa.

Melalui seleksi Pemuda Pelopor NTB 2026, pemerintah daerah berupaya menjaring generasi muda yang mampu menghadirkan perubahan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Seleksi Pemuda Pelopor NTB kini memasuki tahap krusial. Dari sekitar 42 peserta yang mendaftar, hampir 30 pemuda telah menjalani penilaian oleh tim juri.

Penjaringan difokuskan di wilayah kabupaten dengan menyasar potensi kepeloporan anak muda di pedesaan. Kota Mataram dan Kota Bima tidak diikutsertakan karena program tahun ini berfokus pada kawasan perdesaan.

Kabid Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB Tarmidzi mengatakan, penilaian lapangan di Pulau Sumbawa telah rampung.

Tim juri telah menyelesaikan kunjungan ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Bima.

Baca Juga: Tak Ada Lagi Naik Kelas Otomatis? Kepala SMP di Mataram Beri Catatan

Sementara di Pulau Lombok, penilaian lapangan telah menjangkau Kabupaten Lombok Barat.

Proses seleksi sempat dihentikan sementara pada 9–11 Oktober karena bertepatan dengan gelaran MotoGP.

Penilaian dijadwalkan berlanjut pekan berikutnya dengan menyasar Kabupaten Lombok Timur selama dua hari, termasuk wilayah Sembalun, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Lombok Utara.

“Dalam waktu sekitar 45 hari, seluruh tahapan seleksi ditargetkan rampung,” kata Tarmidzi, pekan lalu.

Dalam seleksi Pemuda Pelopor NTB 2026, peserta mengusung berbagai gerakan kepeloporan di tengah masyarakat. Bidang lingkungan, ekonomi digital, serta seni dan budaya menjadi sektor yang paling dominan.

Baca Juga: TKA Berpeluang Masuk Jalur Prestasi SPMB SMA/SMK NTB, Nilai Rapor Tetap Diperhitungkan

Tarmidzi menegaskan, gerakan pemuda pelopor tidak boleh hanya bergantung pada satu figur.

Program yang dirintis harus mampu berjalan secara mandiri meskipun penggagas utamanya tidak lagi terlibat langsung.

“Poin paling krusial dalam penilaian adalah keberlanjutan dan kemampuan regenerasi. Gerakan pemuda pelopor tidak boleh bersifat one man show. Peserta wajib menyiapkan generasi penerus agar kegiatan masyarakat tetap berjalan meski figur utamanya tidak berada di tempat,” urai pria yang akrab disapa Ajik ini.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
1. Pemuda Pelopor NTB 2026 2. seleksi Pemuda Pelopor NTB 3. Dikpora NTB 4. pemuda pelopor desa Tarmidzi Dikpora NTB