Seluruh warga sekolah, mulai dari guru, staf tata usaha, hingga para siswa, tampak anggun dan bersemangat mengenakan pakaian adat harian serta busana tradisional khas Nusa Tenggara Barat.
Rangkaian apel yang dirangkaikan dengan peringatan Bulan Bahasa ini dilanjutkan dengan acara Launching Program Literasi Sekolah yang ditandai dengan peluncuran gerakan "GEBRAK PEJANGGIK" melalui inovasi SARISARE (Gerakan Baca Ramah Anak dengan Satu Murid Satu Resensi).
Baca Juga: BBM Langka, Bali WFH Tiga Hari, Berlaku untuk Pemerintah Daerah hingga Sekolah
Tujuan kegiatan ini untuk menguatkan budaya membaca, mengasah kemampuan bernalar, serta meningkatkan Indeks Literasi dan Numerasi siswa-siswi SMAN 9 Mataram.
Seluruh rangkaian acara apel kebudayaan dan launching literasi selesai pada pukul 08.30 WITA, setelah itu kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali berlangsung seperti biasa.
Melalui perpaduan peringatan Hari Kebudayaan dan Bulan Bahasa ini, SMAN 9 Mataram tidak hanya berkomitmen melestarikan kearifan lokal dan nilai-nilai warisan budaya daerah, tetapi juga terus mendorong penguatan budaya literasi demi terwujudnya generasi yang berkarakter, cerdas, dan berdaya saing.
Editor : Siti Aeny MaryamSumber : Liputan