LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram menetapkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 sebagai pijakan utama untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah.
Hasil asesmen tersebut akan digunakan untuk memetakan kelemahan siswa sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif menghadapi TKA.
Disdik meminta seluruh satuan pendidikan tidak memandang hasil TKA sekadar angka pencapaian belaka.
Sekolah didorong untuk memanfaatkan hasil asesmen tersebut dalam mengidentifikasi kekurangan dalam proses belajar mengajar, khususnya pada kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Mataram Syarafudin mengungkapkan, hasil TKA 2025 telah disosialisasikan ke setiap satuan pendidikan.
Sekolah kini dituntut melakukan tindak lanjut berupa perbaikan pembelajaran secara lebih terarah.
Baca Juga: Kepala BPOM Taruna Ikrar Kenalkan Neuroleadership di Unram, Ini Empat Prinsip Utamanya
"Hasil TKA jadi evaluasi untuk perbaikan pembelajaran. Kurangnya di mana, itu yang kita perbaiki," ujar Syarafudin.
Syarafudin menekankan, evaluasi hasil TKA perlu diikuti langkah konkret di tingkat sekolah.
Dengan memahami aspek pembelajaran yang masih lemah, guru dapat menyusun strategi pengajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa di lapangan.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Disdik Kota Mataram membangun sinergi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Organisasi ini berperan memetakan kendala di masing-masing satuan pendidikan dan merumuskan langkah perbaikan yang sistematis.
Baca Juga: K3S Cakranegara Latih Guru dan Kepsek Kuasai AI, Pembelajaran Digital Makin Kreatif
"MKKS harus bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk perbaikan pembelajaran ke depan," tegas Syarafudin.
Ketua MKKS SMP Kota Mataram Burhanuddin menjelaskan, pihaknya berencana mengundang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika untuk membedah soal-soal TKA tersebut.
Analisis ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan silabus atau panduan kegiatan pembelajaran.
"Jadi di sekolah akan mengundang guru Bahasa Indonesia dan Matematika untuk menganalisis soal-soal TKA. Mereka membuat semacam silabus untuk rambu-rambu kegiatan di sekolah terkait dengan persiapan TKA tahun 2027," terang Burhanuddin.
Baca Juga: Seleksi Pemuda Pelopor NTB 2026 Sisir Desa, Regenerasi Jadi Penilaian Utama
Selain itu, MKKS SMP Kota Mataram merancang penguatan literasi dan numerasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Upaya ini melibatkan seluruh guru agar pengembangan kemampuan dasar siswa tidak hanya menjadi beban tanggung jawab guru mata pelajaran tertentu.
"Penguatan literasi dan numerasi menjadi bagian penting dari perbaikan pembelajaran berbasis hasil TKA. Siswa diharapkan terbiasa memahami informasi, berpikir kritis, dan menerapkan konsep matematika dalam berbagai konteks pembelajaran," pungkas Burhanuddin.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post