LombokPost- Membiasakan siswa mengelola uang sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun generasi yang cerdas finansial.
CIMB Niaga mendorong penguatan literasi keuangan pelajar melalui sosialisasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) dan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) di SMAN 3 Mataram (Smanti).
Kegiatan literasi dan inklusi keuangan CIMB Niaga itu menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal layanan perbankan, memahami pentingnya menabung, serta membangun kebiasaan mengelola uang secara bertanggung jawab.
Penguatan literasi keuangan di sekolah dinilai penting agar pelajar tidak hanya memahami cara menggunakan uang, tetapi juga mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Bekal itu diharapkan membantu siswa mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, baik saat masih bersekolah maupun ketika memasuki usia dewasa.
Baca Juga: Kepala BPOM Taruna Ikrar Kenalkan Neuroleadership di Unram, Ini Empat Prinsip Utamanya
Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum menuturkan, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam memperkenalkan literasi keuangan kepada siswa. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, literasi keuangan tidak sebatas mengenalkan produk perbankan kepada siswa. Lebih dari itu, pelajar perlu memahami cara mengatur uang saku, menyusun prioritas pengeluaran, dan membiasakan diri menabung secara konsisten.
Pemahaman itu menjadi dasar untuk membangun perilaku finansial yang sehat. Dengan mengenal prinsip pengelolaan uang sejak bangku sekolah, siswa diharapkan lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan keuangan di masa mendatang.
Baca Juga: K3S Cakranegara Latih Guru dan Kepsek Kuasai AI, Pembelajaran Digital Makin Kreatif
Di sisi lain, inklusi keuangan berkaitan dengan akses dan pemanfaatan layanan keuangan formal. Pengenalan rekening tabungan kepada siswa menjadi salah satu langkah awal agar mereka memahami fungsi dan manfaat layanan perbankan.
“Bagi siswa, pengenalan rekening tabungan dapat menjadi langkah awal untuk memahami layanan perbankan secara tepat,” ucap Yuspita.
Program Kejar menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses layanan keuangan bagi peserta didik. Melalui program ini, siswa didorong mengenal manfaat rekening tabungan sebagai sarana menyimpan uang sekaligus belajar mengelola keuangan secara terencana.
Baca Juga: Seleksi Pemuda Pelopor NTB 2026 Sisir Desa, Regenerasi Jadi Penilaian Utama
Sosialisasi Gencarkan dan Kejar di SMAN 3 Mataram memperkuat pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan dan sekolah dalam memberikan edukasi keuangan kepada generasi muda. Melalui literasi dan inklusi keuangan, siswa diharapkan tidak hanya mengenal layanan perbankan, tetapi juga memahami pentingnya menggunakan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
“Edukasi literasi keuangan siswa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kebiasaan menabung dan kemampuan mengelola uang dapat tumbuh sejak dini,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post