LombokPost- Kemampuan numerasi siswa menjadi perhatian serius SMPN 14 Mataram. Hasil evaluasi internal Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan numerasi masih menjadi titik lemah yang perlu segera dibenahi. Sekolah pun menyiapkan strategi penguatan numerasi mulai November mendatang untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami angka, mengolah informasi, dan bernalar secara matematis.
Plt Kepala SMPN 14 Mataram Tohirin mengatakan, penguatan numerasi menjadi salah satu prioritas dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Meski capaian literasi siswa dinilai sudah menunjukkan hasil baik, sekolah tidak ingin mengabaikan kemampuan numerasi yang masih membutuhkan perhatian lebih.
Karena itu, program pengayaan numerasi akan mendapat porsi lebih besar. Penguatan literasi tetap berjalan, tetapi pembenahan kemampuan numerasi siswa menjadi fokus utama dalam strategi pembelajaran periode mendatang.
Baca Juga: Siswi MAN 1 Mataram Raih Perak, Usung Inovasi Digital untuk Tenun Sasak
“Langkah khusus ini dirancang agar akselerasi kemampuan dasar siswa berjalan seimbang dan berkelanjutan,” ujarnya.
SMPN 14 Mataram menjadwalkan pelaksanaan strategi penguatan numerasi mulai November. Program ini dirancang sebagai tindak lanjut hasil evaluasi internal TKA sekaligus upaya memperbaiki kemampuan dasar siswa secara terarah.
Pengayaan numerasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghitung. Siswa juga akan didorong untuk memahami konsep angka, membaca data, serta menggunakan logika matematika dalam menyelesaikan persoalan.
Baca Juga: Siswa SMAN 3 Mataram Racik Sabun Cuci Tangan dari Minyak Kelapa Murni
Penguatan numerasi itu diharapkan membantu siswa menghadapi berbagai bentuk soal yang menuntut pemahaman konsep dan penalaran. Dengan pembinaan yang lebih terarah, sekolah ingin memastikan kemampuan numerasi siswa berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.
“Penguatan numerasi tidak hanya mengandalkan pengayaan khusus. Kami juga mendorong integrasi numerasi dalam proses pembelajaran sehari-hari di seluruh mata pelajaran,” ucapnya.
Berdasarkan hasil supervisi dan evaluasi pembelajaran, seluruh guru diimbau menyisipkan materi atau konsep numerasi ke dalam modul ajar masing-masing. Dengan demikian, pembelajaran numerasi tidak terbatas pada mata pelajaran Matematika, tetapi menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa secara menyeluruh.
Baca Juga: KKG PAI Kota Mataram Ditantang Berinovasi, Kompetensi Guru dan Literasi Keagamaan Jadi Fokus
Tohirin menjelaskan, pendekatan itu diharapkan membiasakan siswa menggunakan kemampuan berpikir logis dan matematis ketika mempelajari berbagai materi. Numerasi dapat diterapkan dalam beragam konteks, mulai dari membaca tabel dan grafik hingga memahami data dalam pelajaran lain. Melalui keterlibatan seluruh guru, penguatan numerasi diharapkan tidak berhenti pada program tambahan, tetapi menjadi budaya belajar di lingkungan sekolah.
Tohirin berharap strategi penguatan numerasi yang mulai disiapkan sejak dini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Evaluasi internal TKA menjadi pijakan untuk menentukan aspek kemampuan siswa yang perlu diperkuat.
“Kami memprioritaskan numerasi dan berupaya meningkatkan kemampuan dasar siswa tanpa mengesampingkan pengembangan literasi. Kedua aspek ini dinilai penting untuk mendukung proses belajar dan pencapaian akademik,” tandasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post