Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilbup Sumbawa, Isyarat Demokrat Tinggalkan Nurdin

Administrator • Senin, 20 Juli 2020 | 08:11 WIB
Ilustarasi bendera Partai Demokrat (dok. Jawa Pos)
Ilustarasi bendera Partai Demokrat (dok. Jawa Pos)
MATARAM-Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Nurdin Ranggabarani-Syukri Rachmat tidak hanya gagal memenuhi target atau tugas dari PPP. Tetapi dianggap belum mampu melaksanakan surat tugas dari Partai Demokrat.

Padahal tugas yang tertuang dalam Surat Tugas itu syarat utama diusung sebagai Bapaslon. “Tidak bisa memenuhi dan melaksanakan tugas sesuai amanat Surat Tugas Partai Demokrat, tertanggal 2 Juli 2020,” kata Ketua DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahally Fikri, Minggu(19/7).

Hal ini membuat progres peta dukungan Demokrat mundur. Kembali ke awal lagi tanpa condong ke salah satu figur. “Demokrat dalam posisi kembali ke gigi nol,” imbuhnya.

Partai berlambang bintang mercy itu memilih kembali membuka diri. Memberi kesempatan ke putra-putri Sumbawa tampil menggunakan bendera partai Demokrat.

Apakah Demokrat akan membuka pendaftaran lagi? “Bisa iya, bisa tidak. Yang pasti akan kita komunikasikan dengan Bappilu DPP Demokrat sebagai pemilik otoritas. Sehingga semua berproses sesuai PO atau Juklak dan Juknis yang ada,” tegasnya.

Selain Nurdin-Syukri, ada fugur lain yang mendaftar lewat Demokrat. Ada yang sudah berpasangan adapula masih mencari pasangan.

Kini kesempatan itu sangat terbuka untuk mereka. “Jarot-Mukhlis, Dr A Rahman Alamudi, dan beberapa nama lainnya,” ungkapnya.

Para figur akan dikaji keseriusannya memburu dukungan Demokrat. Serta survei popularitas elektabilitasnya pun akan dilihat mana yang lebih berpeluang menang.

Sementara itu, dihubungi Nurdin belum memberi tanggapan terkait sikap Demokrat. Belum terang sikap mantan Anggota DPRD NTB itu apakah masih akan berupaya ke panggung Pilbup Sumbawa atau tidak.

 

Sebelumnya PPP yang merupakan afiliasi politik Nurdin pun sudah ada tanda-tanda balik kanan. Nurdin dinilai gagal melaksanakan tugas dari DPP PPP atau DPW PPP NTB.

Padahal secara prestasi politik dan hasil survei dinilai cukup berpeluang di Sumbawa. “Dia kader yang baik, bagus, tetapi kita juga harus lihat (secara realistis) koalisi kita kurang,” kata Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri.

Tugas utamanya yakni membangun koalisi partai di tingkat daerah. Sampai batas waktu yang diberikan DPW 14 Juli minggu kemarin, Nurdin tidak memberikan progres politik yang diharapkan. “Kita minta ada komitmen di tingkat DPC, tetapi belum ada hasil,” ungkapnya. (zad/r2) Editor : Administrator
#Mahally Fikri #Pilbup Sumbawa #Nurdin Ranggabarani #Partai Demokrat