"Kami turun ke lapangan, melihat bagaimana ekonomi masyarakat bisa bergerak dengan potensi kuliner ikan di pantai ini. Tapi ada keterbatasan toilet yang seringkali menjadi keluhan pengunjung,” beber bakal Calon Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani, kemarin (5/8).
Inilah yang ditegaskan Selly akan menjadi perhatiannya jika mendapat amanat memimpin Kota Mataram. “Kami akan berbuat dengan melengkapi sarana toilet portable, secara bertahap," kata dia.
Selly bersama pasangannya TGH Abdul Manan berencana menggagas pengembangan wisata pantai yang bersih dan nyaman. Karena itu, pasangan yang diusung koalisi PDIP dan PKS ini akan memulainya dengan melengkapi sarana toilet portable di kawasan pantai tersebut.
Menurutnya, unit toilet portable akan disalurkan ke kelompok nelayan atau kelompok usaha masyarakat. Khususnya di kawasan pantai dan juga ruas jalan sepanjang Loang Baloq hingga Pantai Gading.
Unit toilet portable itu nantinya kemudian akan dikelola oleh kelompok masyarakat sebagai toilet umum bagi pengunjung atau wisatawan yang datang. Pengunjung bisa dikenai biaya Rp 2.000 untuk menggunakan toilet. Uang yang terkumpul bisa digunakan kelompok pengelola untuk pemeliharaan.
“Penataan kawasan Pantai di Kota Mataram sudah mulai berkembang sebagai pusat kuliner ikan bakar dan seafood. Namun penataan ruang, kebersihan, dan kelengkapan sarana penunjang di kawasan pantai ini masih sangat kurang,” nilainya.
Maka dengan peneyediaan sarana inilah, pengembangan wisata di kawasan Pantai Kecamatan Sekarbela akan dibenahi dari sisi kebersihan dan kenyamanan pengunjung. Hal ini dilakukan bukan sekadar untuk menyediakan fasilitas kebersihan untuk wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesadaran pola hidup bersih di tengah masyarakat pesisir.
Sehingga pengunjung dan wisatawan yang datang untuk menikmati kuliner ikan, juga bisa nyaman. “Sebab kadang kala tidak enak juga saat ingin ke toilet, tapi fasilitasnya tidak tersedia, ini bisa mengurangi kesan," tukasnya.
Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini mengatakan, potensi wisata di Kota Mataram memang hanya bisa dikembangkan dengan konsep pariwisata buatan. Bisa juga dengan pariwisata alam yang benar-benar digenjot kelengkapannya. “Jika tidak, tentu kota ini akan terus kalah bersaing dalam menarik minat wisatawan dengan kabupaten kota lainnya di NTB,” tandasnya. (ton/r3/*) Editor : Administrator