Alasan NasDem mengusung pasangan dengan nama paket F3 itu karena didasari hasil survei. “(Pasangan KH Syamsul Ismain-Mustakim Patawari) tidak ada yang kader sehingga NasDem menggunakan hasil survei sebagai patokan arah politik,” imbuhnya.
Jelasnya sikap politik NasDem memupus peluang Syamsul-Patawari bertarung di KSB. Setelah sebelumnya sebagian besar partai politik -- kecuali PBB dan Demokrat -- menyatakan mendukung petahana.
Paket Syamsul-Patawari sempat menumpukan harapan besar pada partai NasDem sebagai partai terakhir yang parkir di KSB. Namun NasDem ternyata lebih memilih mengusung Bapaslon berdasarkan hasil survei.
Situasi ini membuat pasangan petahana berpeluang besar melawan kotak kosong. Hal ini karena koalisi Demokrat-PBB belum cukup memenuhi syarat minimal 5 kursi usung Calon Kepala Daerah (Cakada) di KSB.
Demokrat dan PBB sama-sama menguasai 2 kursi di KSB. Sehingga totalnya menjadi 4 kursi. Masih kurang satu kursi lagi untuk mengamankan tiket ke panggung Pilbup.
Sementara itu, Bakal Calon Wakil Bupati KSB Mustakim Patawari tak bisa menutup kekecewaanya terhadap arah keputusan NasDem. “Sebagai partai yang mengusung restorasi, NasDem sebenarnya tidak hanya diharapkan kami tetapi masyarakat KSB,” katanya.
Namun keputusan mengusung petahana telah membuat demokrasi berpeluang tidak sesuai harapan masyarakat. “Ya walau kotak kosong dibenarkan secara konstitusi,” imbuhnya.
Belum lagi, klaim NasDem yang menyebut keputusan didasari atas hasil survei. “Ya kalau kami masih di bawah petahana wajar karena kami baru bekerja dalam satu-dua bulan ini, tetapi kami lihat ada semangat dan harapan masyarakat melihat demokrasi di KSB lebih baik dari ini (tidak melawan kotak kosong),” ulasnya.
Apakah langkah Syamsul-Mustakim mencari tiket Pilbup selesai sampai di sini? “Kami belum mau komentar dulu soal itu,” pungkasnya. (zad/r2)
Editor : Administrator