Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

Administrator • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:46 WIB
PENDIDIKAN POLITIK: Wakil Ketua Wilayah VI (Bali, Nusra, Maluku Utara) Bappilu DPP Golkar Sari Yulianti (tiga dari kiri) memberikan pemahaman pendidikan politik bagi pemilih pemula di salah satu hotel di Kota Mataram, beberapa waktu lalu.
PENDIDIKAN POLITIK: Wakil Ketua Wilayah VI (Bali, Nusra, Maluku Utara) Bappilu DPP Golkar Sari Yulianti (tiga dari kiri) memberikan pemahaman pendidikan politik bagi pemilih pemula di salah satu hotel di Kota Mataram, beberapa waktu lalu.
MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

Yusuf merupakan Wakil Ketua I Bidang Organisasi Golkar DPD Golkar Kabupaten Loteng. Mantan Ketua DPRD Loteng itu pun sangat berharap direstui dan diusung partainya. “Masih ada harapan (didukung Golkar),” katanya kalem.

Saat ini Yusuf satu-satunya kader Golkar di Loteng yang tampil. Tak cuma itu, figurnya merupakan kader sepuh di partai berlambang pohon beringin itu. “Semoga para pemangku kebijakan di partai Golkar dibukakan hatinya mengusung kadernya,” harapnya.

Yusuf tampil menjawab pertanyaan Golkar yang dianggap krisis kader. Sehingga harus mencari kader luar yang siap di-golkar-kan. Sekalipun cukup terlambat karena paket Lale Sileng-Yusuf Saleh, baru Minggu (9/8) terbentuk, tetapi dia optimis ada peluang diusung partainya.

Dalam seni politik Pilkada semua masih mungkin, sebelum pendaftaran pencalonan di tutup. “Ini kan politik. Segala sesuatu bisa saja terjadi.  Dan tiang (Saya, red) juga ikut (proses) nyalon lewat Golkar,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama antar Lembaga, DPD Golkar Provinsi NTB Hasan Masat membenarkan Yusuf satu-satunya kader Golkar yang tampil. “Tetapi terlambat,” katanya.

Tahapan proses penjaringan di Golkar sudah usai. Sementara Yusuf tidak mengikuti secara penuh tahapan di Golkar. Diantaranya pengusulan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) hingga proses survei. “Bahkan sekarang survei sudah selesai,” terangnya.

Pria yang belakangan terlihat dekat dengan Bapaslon Pathul-Nursiah itu pun optimis Golkar akan menerbitkan SK partai dan B.1-KWK untuk pasangan dengan nama paket Maiq Meres itu. “Insya Allah ke Pathul-Nursiah,” ulasnya.

Saat ini menurutnya tidak relevan lagi mempertanyaan dan membandingkan arah dukungan partai Golkar: apakah ke kader atau non kader. Sekalipun Yusuf merupakan kader senior Golkar di Loteng. “Mamiq Ngoh, juga kader senior kita,” celetuknya.

Yang diutamakan adalah kepatuhan kader dalam mengikuti proses dan mekanisme partai. Tidak peduli kader senior atau yang dalam proses pengkaderan. “Ingat loh sekarang Golkar lebih tertib dan patuh pada aturan partai,” terangnya.

Seandainya Bapaslon Lale Sileng-Yusuf Saleh tampil lebih awal dan ikuti proses penjaringan di Golkar, Hasan memperkirakan hasilnya bisa berbeda. “Harusnya bangun lebih pagi,” celetuknya lagi.

Terkait status Nursiah, Hasan mengatakan posisi Sekda Loteng itu belum jadi bagian keluarga Golkar. “Nanti kalau saya sebut dia kader Golkar salah karena saat ini dalam proses pengusulan pengunduran diri, beliau kan masih ASN,” katanya.

Tetapi Hasan menjamin begitu Nursiah disetujui pengunduran diri, akan langsung masuk sebagai kader Golkar. “Nanti setelah pengunduran dirinya diterima, tentu akan jadi kader Golkar,” pungkasnya. (zad/r2) Editor : Administrator
Pilbup Loteng Yusuf Saleh nursiah Lalu Pathul Bahri