Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Inovasi Kelurahan Dasan Cermen Mataram Merawat Warga Terpapar Korona

Administrator • Kamis, 15 Oktober 2020 | 22:56 WIB
RUANG ISOLASI: Kantor Lurah Dasan Cermen menyiapkan ruangan dilengkapi kamar mandi dan fasilitas lainnya sebagai ruang isolasi bagi warga terpapar Korona.( ROJAI/LOMBOK POST)
RUANG ISOLASI: Kantor Lurah Dasan Cermen menyiapkan ruangan dilengkapi kamar mandi dan fasilitas lainnya sebagai ruang isolasi bagi warga terpapar Korona.( ROJAI/LOMBOK POST)
Kelurahan Dasan Cermen memiliki ruang isolasi mandiri bagi warganya yang dinyatakan positif virus Korona. Inovasi seperti ini adalah yang pertama di Kota Mataram. Bahkan Indonesia.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

“TIDAK semua warga rumahnya layak jadi ruang isolasi mandiri. Kami siapkan ruang isolasi mandiri di kantor lurah kalau ada pasien Korona,” kata Lurah Dasan Cermen Heni Suyasih, kemarin.

Sebelumnya, kelurahan dengan luas wilayah 150.047 hektare ini cukup kumuh. Di bawah kepemimpinan Heni, sapaan karibnya. Kelurahan yang berbatasan dengan Kabupaten Lombok Barat mampu menjadi kelurahan yang cukup bersih dan asri. Bahkan baru-baru ini kelurahan dengan jumlah penduduk 1.058 kepala keluarga (KK) menjadi kelurahan terbaik pada lomba kampung sehat tingkat Kota Mataram.

Di tengah pendemi, Heni cukup sibuk. Program Sidik (sosialisasi dan edukasi) Covid-19 terus dilakukan kepada masyarakat. Mencegah penularan Korona menjadi kegiatan yang terus didengungkan hingga saat ini.

Selama ini, ujar dia, pandangan warga terkait Korona adalah aib. Jika ada warga terpapar Korona akan dikucilkan. Padahal kata dia, Korona adalah penyakit menular yang bisa diobati. “Kita terus memberikan edukasi kepada warga terkait pencegahan Korona. Program Sidik Covid-19 terus kita gencarkan,” ungkap perempuan yang tinggal di Monjok, Kota Mataram ini.

Kini, warga  yang terpapar Korona tidak perlu lagi dibawa ke rumah sakit untuk melakukan perawatan. Melainkan bisa dilakukan di kantor lurah. Heni sudah menyiapkan ruang isolasi mandiri khusus bagi warga Kelurahan Dasan Cermen di kantor lurah setempat.

Penyiapan ruang isolasi dilakukan karena rumah warga yang menjadi tempat isolasi belum tentu laik. Baik dari segi kesehatan, kebersihan, dan pengawasan. “Sekali lagi saya tegaskan, tidak semua rumah warga layak menjadi  ruang isolasi mandiri,” ungkap perempuan berjilbab ini.

Heni sudah melakukan uji kelaikan terkait rumah warga yang akan dijadikan ruang isolasi. Satu per satu rumah warga didatangi. Apakah memenuhi kriteria sebagai tempat isolasi mandiri atau tidak. Jika tidak tentu warga akan dibawa ke kantor lurah untuk melakukan isolasi mandiri jika terpapar Korona. “Kalau di sini (kantor lurah) aman. Ada yang mengawasi,” ujarnya.

Saat ini Kelurahan Dasan Cermen masuk zona hijau penyebaran Korona. Tidak ada warga terpapar. Sejak mewabahnya Korona April lalu ada 11 warga Dasan Cermen  terpapar Korona. Namun sekarang semuanya sudah sembuh. “Sekarang kita nol kasus. Sudah masuk zona hijau,” ungkap dia.

Menurutnya, mencegah penularan Korona yang paling utama memberikan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya dan penyebaran Korona. Selain memberikan fasilitas untuk pencegahannya. Kini langkah terbaru dilakukan dalam mencegah Korona juga dengan membuat jarak di tempat publik. Seperti masjid sudah dibuatkan jarak untuk warga yang melaksanakan salat. “Jarak di tempat ibadah sudah kita pasang,” ungkap dia.

Heni ingin memberikan pelayanan kepada warganya. Apalagi ditengah mewabahnya Korona dampaknya  bagi warga yang sebagian besar mata pencaharian dari sektor perdagangan dan jasa cukup terasa. Jadi, di tengah pandemi pihaknya melakukan berbagai program. Seperti hortikultura. Warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran. Sedangkan warga yang memiliki lahan luas bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam atau beternak. “Ternak bebek sudah ada di sini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Heni ingin menjadikan wilayah yang memiliki lima lingkungan ini menjadi tempat edukasi wisata. Seperti belajar hortikultura, beternak, dan program lainnnya yang bisa dimanfaatkan warga jika berkunjung ke Dasan Cermen. (*/r3)

 

  Editor : Administrator
#Virus Korona #Kampung Sehat #Dasan Cermen