“Selaku ketua BP3, bidang yang ditugaskan menggodok strategi pemenangan pemilu dan pilkada, sudah menyiapkan kader-kader terbaik sebagai calon kepala daerah. Di Lombok Timur itu kita persiapkan Pak Abdul Hadi,” kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS NTB Sambirang Ahmadi.
Sosialisasi yang intensif diharapkan secara simultan meningkatkan popularitas dan elektabilitas politisi yang kini duduk sebagai wakil ketua DPRD NTB itu. Sudah menjadi rumus umum dalam politik, semakin gencar sosialisasi berdampak pada elektoral diri dan partai. Karenanya sedini mungkin, Hadi diminta bergerak menemui masyarakat dan simpul-simpulnya.
“Beliau harus menyiapkan diri dari sekarang meskipun tentu ini baru rekomendasi dari BP3,” imbuhnya.
Pemetaan dan strategi potensi kader saat ini baru pada tingkat BP3. Belum menjadi usulan resmi dari daerah. “Insya Allah apa yang direkomendasikan ini didengar dan dipertimbangkan oleh DPW,” kata Sambirang.
Selain perintah sosialisasi, Hadi juga didorong mulai menjajaki komunikasi dengan elite partai politik lainnya. Hal ini diharapkan sedini mungkin membuka peluang membangun koalisi yang lengkap dan solid. “Kita tidak bisa mengusung sendiri (bila berkaca dari hasil Pileg 2019), harus berkoalisi dengan partai lain,” terangnya.
Yang paling penting saat ini adalah membangun komunikasi. “Targetnya saat ini adalah berkomunikasi dahulu, persoalan mendukung atau tidak tentu setelah mendekati pilkada,” tekannya.
Persiapan sedini mungkin ini sangat dibutuhkan. Mengingat Pilkada Serentak 2024 berbeda dengan pilkada sebelumnya. Jarak pelaksanaannya sangat pendek dengan Pileg 2024. Sehingga bila figur dimunculkan setelah Pileg 2024, dikhawatirkan sosialisasi tidak bisa maksimal.
“Pilkada dan Pileg (2024) ini selisih waktunya hanya sebentar, sehingga kita harus putuskan siapa kader yang maju di pileg dan siapa yang maju di pilkada, itu harus sudah klir dari sekarang,” jelasnya.
Direkomendasikan tampil di pilkada, Hadi dipastikan tidak akan maju lagi di pemilihan anggota legislatif. Sambirang menilai Hadi sudah sangat kenyang pengalaman di DPRD. Bahkan dua periode menjadi pimpinan. “Kita tahu figur Pak Abdul Hadi ini sudah sangat berpengalaman di DPRD, sehingga sudah waktunya beliau ke eksekutif,” tegasnya.
Hadi dinilai memiliki kompetensi dalam mengelola eksekutif dengan baik. Termasuk mengelola hubungan dengan legislatif. “Itu tentu akan lebih baik,” tekannya. (zad/r1) Editor : Administrator