Kepastian tanggal pelaksanaan ini melegakan. Terutama bagi masyarakat Sumbawa yang berharap kebangkitan ekonomi dari event internasional yang digelar di NTB.
Namun, sekaligus tantangan ke depan. Mengingat, waktu persiapan yang relatif mepet setelah ditentukan tanggal pelaksaannya.
Dewan pun mendorong agar pemerintah bisa bekerja secara efektif dan efisien dari sisi waktu.
“Tentu sarana pendukung harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Anggota DPRD NTB Raihan Anwar.
Sarana dan prasarana harus dipersiapkan mulai saat ini. Dari sisi lokasi, keputusan pemerintah provisi mengusulkan Samota sebagai lokasi dinilai tepat.
Suasana alam yang indah dengan medan yang terjal, sangat mendukung untuk pelaksaan MXGP.
Yang lebih penting juga pemprov sebagai panitia harus menentukan di mana titik lokasi lombanya.
“Sarana seperti jalan, listrik, air bersih, akomodasi, juga harus dipersiapkan,” tekannya
Bagaimanapun karena ini adalah yang pertama kali MXGP digelar di Sumbawa, maka kesan pertama yang baik harus diperoleh.
Penting juga menyiapkan fasilitas, sesuai standar penyelenggaraan yang ditekankan.
Misalnya tentang akomodasi. “Puluhan ribu bahkan ratusan ribu penonton yang akan datang dan itu harus disiapkan fasilitas penginapan yang memadai,” ujarnya.
Membangun hotel dalam waktu singkat memang tidak mungkin. Tetapi pemerintah bisa menyiapkan rumah warga sebagai homestay yang layak.
“Kita mendorong pembangunan homestay dari rumah masyarakat. Terutama rumah masyarakat di sekitar penyelenggaraan Motocross agar direnovasi, sebab kalau membangun hotel meski non bintang dalam waktu empat bulan itu mustahil,” ujarnya.
Langkah lainnya, pemerintah juga dapat membuat hunian sementara. Lainnya lagi mendatangkan kapal pesiar, atau opsi lainya yang tentu dipandang representatif.
“Samota kan tidak jauh dari laut, saya pikir layak dipertimbangkan,” sarannya. (zad/r2) Editor : Administrator