Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PON 2028, Dewan Dorong Pembangunan Stadion Internasional di Mandalika

Administrator • Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:41 WIB
Misbach Muliadi
Misbach Muliadi
MATARAM-Pemerintah didorong membangun stadion berstandar internasional untuk pelaksanaan PON 2028 di Kabupaten Lombok Tengah. Alasannya untuk membangun integrasi dan akses yang cepat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Di mana segala fasilitas pendukung sudah tersedia,” kata Anggota DPRD Provinsi NTB H Misbach Mulyadi.

Menurutnya infrastruktur jalan dan akomodasi perhotelan telah tersedia. Begitu juga lahan untuk membangun hingga ketersediaan lahan parkir yang luas. “View (pemandangan) dan suasananya juga dapat,” imbuh anggota Komisi II DPRD NTB itu.

Keberadaan stadion dan Sirkuit Mandalika akan membangun integrasi yang baik. “Maka kita harus bangun di situ. Lokasi KEK Mandalika itu konsepnya sport tourism. Kita bangun di satu titik saja,” harapnya.

Menurutnya lobi-lobi oleh Pemprov NTB dan KONI NTB sudah harus mulai dilakukan. Sehingga pembangunan stadion berkapasitas internasional dapat terealisasi di sekitar kawasan Mandalika. Sementara usulan pembangunan di Lombok Barat sebagaimana direncanakan sebaiknya dipertimbangkan kembali.

“Kalau bikin jalan ke sana ke mari, kan tidak lucu. Apalagi rencananya acara penutupannya (PON 2028) itu di NTB. Katakan saja, kalau 10 ribu (tamu) yang datang itu bagaimana?” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi NTB berhasil menjadi tuan rumah PON XXII 2028 bersama NTT. “Kita syukuri, dan ini sangat bergengsi, bermanfaat dan juga bersejarah buat daerah,” ujarnya.

Ketua Komisi V DPRD NTB, HL Hadrian Irfani juga menyatakan harapannya Stadion dibangun di Lombok Tengah. “Saya sangat sepakat (stadion internasional terbangun) di Lombok Tengah,” ujarnya.

Hal ini tidak lepas dari kondisi fasilitas penunjang yang tersedia. Di Mandalika menurutnya akses jalan dan akomodasi sudah sangat mumpuni. Sementara waktu yang tersedia untuk mempersiapkan segala sesuatunya relatif singkat yakni 6 tahun lagi. “Fasilitas pendukung dan sebagainya (di Khuripan, Lombok Barat) kurang siap,” nilainya.

Ketua DPW PKB NTB, menegaskan hal ini semata-mata atas pertimbangan teknis. Bukan berarti menganggap daerah lain tidak layak. “Bukan berarti saya mengatakan Lombok Barat tidak layak, tidak. Ini kita mau menjamu puluhan ribu orang dari seluruh Indonesia. Kita harus pikirkan fasilitas, hotelnya, makanannya, view juga agar bisa dapat,” jelasnya. (zad/r2) Editor : Administrator
#Pon 2028 #Mandalika