“Masyarakat konstituen saya dulu banyak meminta saya kembali. Dorongan itu sangat kuat, mereka berharap saya mau maju di Pemilu 2024,” ungkapnya kepada Lombok Post.
Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kota Mataram juga memintanya untuk kembali berikhtiar menyambungkan aspirasi warga. Akhirnya, Kasdiono pun melaksanakan salat istikharah untuk meminta petunjuk menjawab dorongan masyarakat kota padanya.
“Setelah saya salat istikharah, akhirnya saya memutuskan untuk menjawab harapan masyarakat tersebut,” ujar mantan Bendahara DPD Partai Demokrat NTB itu.
Tak cukup hanya istikharah untuk memutuskan maju di Pemilu 2024, Kasdiono juga mengaku meminta petunjuk untuk menentukan kendaraan partai yang akan ia gunakan. Akhirnya, pria yang menorehkan prestasi untuk NTB dengan menyumbang 11 medali emas di PON 2012 tersebut memilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai kendaraan politiknya.
“PKS saya lihat juga sebagai pilihan rasional,” jawab pria yang kini juga dipercaya menjadi Dewan Pakar PKS NTB itu.
Kasdiono mengaku memiliki kecocokan dengan PKS. Apalagi melihat kiprah PKS dari sepak terjang Gubernur NTB Zulkeflimansyah. PKS saat ini menurutnya menjadi partai yang terbuka bagi semua pihak. Dimana tujuan akhir partai ini adalah memberi kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Itu bisa kita lihat dari kepemimpinan Zul-Rohmi yang masih sangat kompak dan utuh. Makanya ini layak kita perjuangkan kembali,” terangnya.
Terkait beberapa kerabat dan rekannya yang kini memilih partai atau gerbong lain dengannya, Kasdiono menilai ini menjadi hal yang sudah biasa. Perbedaan dalam pilihan politik menurutnya hal yang wajar namun suatu saat akan bertemu pada titik yang sama.
“Saya tetap menjaga komunikasi dengan mereka. Pilihan boleh berbeda tetapi silaturahmi wajib dijaga. Saya dengan TGB masih baik. Saya anggap beliau guru dan sahabat saya. Begitu juga dengan yang lainnya,” ucapnya merujuk pada rekannya saat masih berada di DPD Partai Demokrat NTB.
Kasdiono juga mengatakan jika selama ini ia tetap menjaga hubungan dan komunikasi dengan konstituen dan jaringan yang ada. Meskipun ia vakum dari dunia politik, namun ia tetap berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Ini yang membuat dorongan itu sangat kuat dari bawah. Karena meski saya vakum, saya tidak tidur,” selorohnya.
Sementara Ketua DPD PKS Kota Mataram Ismul Hidayat menyambut baik bergabungnya HMNS Kasdiono dengan PKS. “Pertama, saya selaku Ketua DPD PKS harus membuka pintu selebar-lebarnya. Karena ini menjadi rumah kita bersama. Siapapun yang ingin berkontribusi kepada masyarakat, daerah dan negara tentu kami persilakan,” papar Ismul.
Kehadiran Kasdiono menurutnya menambah suntikan semangat bagi PKS. Mengingat fakta di lapangan, Kasdiono dinilai punya jaringan dan relasi yang masih kuat. Sehingga ia pun secara pribadi merasakan masuknya Kasdiono memberikan energi baru.
“Sekarang kami didorong oleh Pak Gub melakukan kerja partai yang sangat atraktif. Kami sudah menembus berbagai elemen untuk komunikasi,” ungkap pria yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram tersebut.
Ia menegaskan jika PKS sangat terbuka bagi siapa saja. Karena ruang politik menjadi ruang pengabdian bagi seluruh lapisan masyarakat. “Seperti senior kami bilang, politik jangan baperan. Makanya kami membuka ruang komunikasi dengan semua elemen,” sambungnya.
Masuknya Kasdiono ke PKS menurutnya tentu bukan serta merta begitu saja. Ia juga pasti melihat kondisi di partai lain dan mebuat pertimbangan matang. “Sehingga sangat kami syukuri beliau memilih PKS dan kami siap bekerja di bawah untuk memenangkan PKS di Pemilu 2024,” tandasnya. (ton/r3) Editor : Administrator