Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Indra Jaya Usman : Jangan Lupakan Sejarah Bangsa!

Administrator • Minggu, 20 Agustus 2023 | 00:58 WIB
Indra Jaya Usman (dok.Lombok Post)
Indra Jaya Usman (dok.Lombok Post)
MATARAM-Ketua DPD Partai Demokrat NTB Indra Jaya Usman (IJU) memandang perlu menyuguhkan kembali sejarah yang melandasi terbentuknya NKRI. Landasan sejarah fundamental yang menjadi cikal bakal pemikiran para pendahulu bangsa.

“Di mana hal itu embrio, pemikiran terbentuknya Negara Indonesia yang demokratis serta berasaskan Pancasila dan UUD 1945,” katanya pada Lombok Post di sela ekspedisi Napak Tilas Kemerdekaan RI Ke-78, kemarin (18/8).

Napak tilas itu dengan sejumlah agenda. Antara lain menziarahi sejumlah makam leluhur bangsa yang pemikiran dan tindakannya tercatat memberi kontribusi signifikan bagi negeri.

“Ekspedisi ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk menjaga marwah persatuan dalam keberagaman yang dimiliki Indonesia,” ujarnya.

Cara ini juga dinilai dapat melunakkan friksi yang tajam antara faksi kebinekaan dengan faksi Islam yang selama ini kerap dibentur-benturkan. Tujuannya tentu untuk kepentingan politik sekelompok orang belaka.  “Tentu mustahil bisa meluas jika seluruh rakyat mengetahui sejarah hidup para pahlawan dan ulama yang ikut membangun dan menjalankan kehidupan negeri ini,” paparnya.

Menurutnya sebagai warga negara wajib mengetahui bagaimana sejarah bangsa sejak sebelum merdeka. “Serta seperti apa negara ini dijalankan,” ujarnya.

Para ulama penyebar Islam di negeri ini, sejak ratusan tahun sebelum masa kemerdekaan RI telah mengajarkan pentingnya menjaga kebersamaan dalam keberagaman. Tata cara hidup dalam kaidah-kaidah ke-Islam-an yang membaur dengan kebudayaan masyarakat yang sudah ada, jauh sebelum ajaran Islam masuk.

“Gus Dur pernah berkata 'Kyai Hasan Besari merupakan monumen berpadunya antara Islam dan Nasionalisme'. Beliau pandai dalam berbagai keilmuan, di antaranya agama, ketatanegaraan, strategi perang dan kesusastraan,” ujarnya.

Darinya lanjut IJU, lahir tokoh-tokoh masyhur. Seperti, Pakubuwana II, Bagus Burhan atau Raden Ngabehi Ronggowarsito, HOS Cokroaminoto.

“Ketiga tokoh ini menginspirasi sang Proklamator, Ir Soekarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tidak lepas dari itu, keilmuan Kyai Ageng Hasan Besari juga sampai pada KH Hasyim Asy’ari. Adabul Alim wal Muta’alim karya KH Hasyim Asy’ari masih ada keterkaitan dengan Krama Negara karya Kyai Ageng Hasan Besari,” sambungnya.

Sejarah perjuangan bangsa ini melawan penjajah tentu tak bisa dilepaskan dari peran besar para ulama. Tidak terlepas juga dari semangat persatuan dalam keberagaman yang telah diwujudkan antara komunitas masyarakat pemeluk Agama Islam dengan masyarakat umat agama dan kepercayaan lainnya.

“Merujuk pada sejarah tentu sangat tidak mungkin akan ada permasalahan besar yang timbul akibat isu ini, jika tidak ada yang memang sengaja membuatnya,” ungkap politisi muda Lombok Barat ini.

Hubungan erat dan kekeluargaan antara kaum religius dan nasionalisme di Indonesia tetap terpelihara baik hingga saat ini. Beberapa pimpinan tertinggi di negeri ini terhubung secara silsilah keturunan dengan para ulama besar Islam tersebut.

Ekspedisi Napak Tilas Kemerdekaan RI Ke-78 yang dilaksanakan DPD Partai Demokrat NTB ini, menyasar sejumlah titik di wilayah Jawa Timur dan Tengah. Titik yang dikunjungi mulai dari makam Syech Jumadil di Mojokerto, KH Abdul Wahab Chasbullah di Jombang, KH Hasyim Asyari Pendiri NU dan Ponpes Tebuireng, sekaligus menyambangi makam Presiden RI Ke 4 KH Abdurahman Wahid.

Makam Proklamator RI Ir Soekarno di Blitar, Petilasan Syech Subakir. “Kami juga ziarah ke makam Ki Ageng Anom Besari, Ki Ageng Basyariah, Ki Ageng Muhammad Besari, Kyai Nur Sodik Al Hafidz,” urainya.

Sekretaris Wanhor DPD Partai Demokrat NTB H Sulhan Muchlis Ibrahim, mengatakan manfaat langsung ziarah makam para leluhur bangsa ini, adalah tumbuhnya rasa nasionalisme. “Di samping itu religius dan semangat persatuan yang kuat,” paparnya. (zad/r2)

  Editor : Administrator
#Partai Demokrat #IJU #Indra Jaya Usman