LombokPost-Indonesia saat ini memasuki era bonus demografi. Jika bonus demografi ini dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah, bisa menjadi menjadi modal penting untuk menyongsong Indonesia Emas pada 2045.
Untuk itu, politisi milenial PDI Perjuangan Maulana Rizki Nov menggagas hadirnya ruang publik kekinian bagi anak-anak muda Kota Mataram."Ruang publik ini adalah investasi untuk masa depan anak muda. Ini bukan hanya menjadi tempat nongkrong, tetapi juga menjadi pusat perkembangan sosial dan kreativitas," kata Rizki, Kamis (19/10).
Calon anggota DPRD NTB dari Dapil Kota Mataram ini mengemukakan, PDI Perjuangan akan berada di garis depan untuk mewujudkan ruang publik untuk anak-anak muda. Dia menekankan, sebagai kota yang sedang dan akan terus tumbuh, Kota Mataram mutlak menghadirkan ruang publik tersebut sebagai tempat yang nyaman, seimbang, dan berkelanjutan. Bukan hanya bagi anak-anak muda, tetapi juga untuk masyarakat secara keseluruhan.
Menurut Rizki, pembangunan dan pemeliharaan ruang publik adalah investasi dalam kualitas hidup dan masa depan kota. Sebab, hal tersebut tidak hanya berdampak positif pada kehidupan sehari-hari warga kota, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan kota yang berkelanjutan dan inklusif.
Saat ini kata Rizki, Ibu Kota Provinsi NTB ini memang sudah memiliki tempat berkumpul bagi anak-anak muda. Banyak di antaranya sudah dilengkapi fasilitas memadai. Hanya saja, tempat-tempat tersebut banyak yang lahir dari investasi swasta, yang pada akhirnya untuk dapat menikmatinya, anak-anak muda Kota Mataram harus merogoh kocek yang dalam.
Itulah yang mendasari gagasan Rizki tentang pentingnya ruang publik modern dan kekinian yang dihadirkan oleh pemerintah. Dengan begitu, ruang publik tersebut menjadi tempat nongkrong yang aman dan terjangkau, yang pada akhirnya menjadi jalan menuju inklusi sosial dan memastikan bahwa semua anak muda memiliki akses ke tempat-tempat berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi.
”Tempat nongkrong yang ramah bagi anak muda ini akan menjadi cermin dari komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan, kreativitas, dan partisipasi generasi muda," tandas putra politisi senior PDIP H Ruslan Turmuzi ini.
Dengan hadirnya ruang publik yang disediakan oleh pemerintah dan terjangkau tersebut, anak-anak muda Kota Mataram akan memiliki alternatif tempat nongkrong yang aman dan terstruktur. Hal yang disebut Rizki, akan membantu mencegah anak-anak muda terlibat dalam aktivitas yang mungkin berbahaya atau merugikan kesehatan mereka.
Selain itu, kata Sarjana Hukum Bisnis ini, ruang publik yang nyaman dan ramah anak muda, dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Sebab, anak-anak muda Kota Mataram akan memiliki tempat untuk bersosialisasi, mengembangkan hobi, atau menikmati waktu luang tanpa harus menghabiskan uang secara berlebihan.
Sebagai putra NTB yang pernah dan memiliki kesempatan menjajaki dan mengakses ruang publik di banyak kota besar, Rizki menegaskan, dalam mewujudkan ruang publik berkualitas bagi anak-anak muda tersebut, Kota Mataram sesungguhnya sudah memiliki modal. Cikal bakal ruang publik tersebut saat ini sudah ada. Hanya tinggal butuh penataan, sentuhan, dan pengelolaan.
Penataan yang dimaksud Rizki, misalnya melengkapi ruang publik tersebut dengan fasilitas untuk seni, budaya, atau olahraga. Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut akan dapat membantu anak-anak muda mengembangkan bakat dan minat tanpa perlu mengeluarkan banyak uang. “Ini akan dapat membantu menciptakan peluang karir dan pengembangan mereka menjadi pribadi yang positif,” tambahnya. (r5)
Editor : Rury Anjas Andita