Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Setelah Lombok Barat, Aksi Kemanusian Anggota DPR RI Rachmat Hidayat Berlanjut ke Lombok Tengah

Rury Anjas Andita • Selasa, 16 Januari 2024 | 06:50 WIB
BAGI KURSI RODA: Anggota DPR RI Komisi VIII dapil Lombok dari PDIP H Rachmat Hidayat saat menyalurkan bantuan kursi roda untuk warga Praya, Loteng, Senin (15/1).
BAGI KURSI RODA: Anggota DPR RI Komisi VIII dapil Lombok dari PDIP H Rachmat Hidayat saat menyalurkan bantuan kursi roda untuk warga Praya, Loteng, Senin (15/1).

LombokPost-Aksi kemanusiaan anggota DPR RI Komisi VIII dapil Lombok dari PDIP H Rachmat Hidayat berlanjut. Setelah bagi-bagi kursi roda di Desa Banyumulek, Lobar, Ketua DPD PDIP NTB itu bagi-bagi kursi roda untuk penderita disabilitas lumpuh layu dan lansia lumpuh di Praya, Loteng, Senin (15/1).

Bibi dari mantan Bupati Loteng Suhaili yakni Hj Zakia, 65 tahun menjadi salah satu penerima bantuan kursi roda Rachmat Hidayat. Aksi kemanusiaan ini merupakan aspirasi Rachmat Hidayat yang bermitra dengan Kemensos RI. Dalam kegiatan ini, Rachmat didampingi anggota DPRD NTB H Ruslan Turmuzi yang juga membagikan paket sembako.

MERAKYAT: Anggota DPR RI Komisi VIII dapil Lombok dari PDIP H Rachmat Hidayat foto bersama para penerima bantuan kursi roda di Praya, Loteng, Senin (15/1).
MERAKYAT: Anggota DPR RI Komisi VIII dapil Lombok dari PDIP H Rachmat Hidayat foto bersama para penerima bantuan kursi roda di Praya, Loteng, Senin (15/1).

Dalam pengantar sambutannya, Rachmat Hidayat merasa surprise dengan sambutan masyarakat yang banyak menghadiri acara serah terima bantuan kursi roda di halaman rumah Kaling Bajang Toni. "Saya dihubungi Pak Ruslan Turmuzi katanya mau menyumbangkan  kursi roda untuk warga Loteng. Permintaan Pak Ruslan Turmuzi saya iyakan karena di tempat tiang banyak stok kursi roda," kata Rachmat Hidayat.

Rachmat mengatakan dia duduk di Komisi VIII yang bermitra dengan Kemensos RI. Selain kursi roda, saya juga kerap menyalurkan bantuan sosial seperti modal usaha untuk para janda masing-masing menerima Rp 5 juta.

Untuk bantuan kursi roda di Loteng sudah banyak yang disalurkan. "Ada kursi roda elektrik untuk orang dewasa maupun anak. Ada juga bantuan pembangunan lokal sekolah, bantuan ke masjid-masjid yang bekerjasama dengan Kemenag," ujar Rachmat.

Tanpa bermaksud kampanye, Rachmat mengatakan semakin banyak wakil di DPRD  kabupaten, provinsi, maupun pusat maka semakin bagus karena makin banyak yang memperhatikan. "Harapan saya kalau Pak Ruslan jadi lagi, saya akan kembali lagi ke sini. Untuk itu mohon doanya," imbuh Rachmat.

Tampak hadir dalam acara itu sejumlah tokoh Loteng seperti H. Masrun, mantan calon bupati Loteng, anggota DPRD NTB TGH Najamuddin serta sejumlah aktivis maupun tokoh masyarakat Loteng lainnya. Terpisah anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan H Ruslan Turmuzi menambahkan bahwa Rachmat Hidayat ini sudah menjadi anggota DPR sudah ke-9 kali.

“Kalau saya sudah menjadi anggota DPRD baru kelima kali, insya Allah keenam kali. Untuk itu mohon doanya semua, semoga kita bisa dipertemukan kembali di lain kesempatan lainnya," kata Ruslan.

Ruslan menambahkan sebagai wakil rakyat, dia dan Rachmat Hidayat akan tetap senantiasa menyerap dan menerima aspirasi masyarakat yang membutuhkan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran. "Hal ini penting agar sebagai wakil rakyat keberadaan kami dapat dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh masyarakat banyak tanpa ada diskriminasi," tambah lelaki yang kerap dijuluki Lurus Jalan.

Ruslan mengajak masyarakat Loteng unutk menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 mendatang. "Pilihlah wakil rakyat yang peduli dan aspiratif," imbau pria berkaca mata itu.

Sementara itu Hj Zakia, penerima bantuan kursi roda mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. "Terima kasih Bapak Rachmat atas bantuan kursi rodanya, saya senang menerimanya," ujarnya. (r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#Rachmat Hidayat #pdi perjuangan #PDIP #Kursi Roda