LombokPost--Kedatangan Lalu Muhammad Iqbal untuk bersilaturahmi ke Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menarik perhatian. Hal ini tidak lepas dari kabar Staf Khusus Menteri Luar Negeri itu yang tengah bersiap tampil di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.
Sementara, sosok Mohan Roliskana adalah salah satu kandidat kuat yang banyak mendapat dorongan agar tampil di Pilgub 2024. Ketua DPD Partai Golkar NTB tersebut telah mengantongi surat tugas dari DPP Partai Golkar agar mempersiapkan diri bertarung di Pilgub 2024.
Saat ditanya isi silaturahmi dengan Mohan, Iqbal mengatakan punya hubungan kuat dengan partai Golkar.
“Ayah saya ikut mendampingi kakek saya TGH Najamudin Makmun mendirikan Sekber Golkar di akhir tahun 1960-an. Jadi keluarga saya punya hubungan emosional dan historis dengan Golkar,” kata mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Turki di pendopo Wali Kota Mataram, Minggu (21/1).
Secara eksplisit, Iqbal menyebut membawa NTB maju dan mendunia di masa yang akan datang harus dimulai dari daerah yang menjadi ibu kota provinsi NTB.
“Menduniakan NTB berarti harus menduniakan Mataram, Mataram adalah etalase utama NTB,” paparnya.
Ia kemudian memuji Kota Mataram. Dibangun dengan konsep yang autentik sesuai kebutuhan pengembangan kawasan.
“Kota Mataram itu satu dari sedikit kota di Indonesia yang sejak dibangun di abad ke 19 tata ruangnya direncanakan dengan apik,” paparnya.
Sekalipun Kota Mataram luas wilayahnya tidak terlalu besar, tetapi nyaman untuk ditinggali. Maka sekali lagi, Iqbal menekankan pandangannya tentang kemajuan provinsi NTB, lokomotifnya adalah Kota Mataram.
“Sebagai ibu kota provinsi, Mataram adalah etalase utama NTB. Kalau NTB mau mendunia, Mataram juga harus diinternasionalisasikan,” tekannya.
Iqbal menyebut benchmark Kota Mataram, tidak bisa lagi kota-kota di Indonesia.
“Melainkan kota-kota dunia yang ada kemiripan karakter. Di pulau kecil, dekat dengan laut, punya universitas terbesar di NTB, kota tua, dan lain-lain,” paparnya.
Selanjutnya, memperkuat Mataram selain dari aspek infrastruktur juga sumber daya manusia. “Apalagi kota ini memiliki populasi anak muda usia 15-40 tahun sekitar 40 persen. Mereka harus dipersiapkan dengan baik untuk menjadi pemain utama dalam internasionalisasi Kota Mataram,” tekannya.
Secara spesifik, ia menyebut, seperti Kota Tua Ampenan harus diintervensi. Melalui kerja kolaboratif antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
“Revitalisasi kota tua Ampenan, bukan hanya tentang warisan budaya NTB, tapi juga warisan budaya dunia,” tekannya.
Aspek kebaharian Ampenan masih sangat terasa. Secara historis, Ampenan pernah menjadi salah satu titik penting dalam jalur perdagangan internasional.
“Menghubungkan Australia, Indonesia Timur, Makassar, Tuba, Filipina, Malaka, India, dan Tiongkok,” paparnya.
Saat ini, Ampenan menjadi etalase pluralisme dan harmoni. Berbagai etnis berbaur di Ampenan tanpa rekam jejak konflik.
“Tionghua, Arab, Eropa, Bali, Sasak, Bugis, Banjar, Bajo, Melayu, Jawa. Bahkan di Ampenan ada Vihara besar yang terletak persis di depan Kampung Melayu yang mayoritas Muslim,” sebutnya.
Terdapat 5 situs sejarah di Indonesia yang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.
“Terakhir saya ikut mendampingi Menlu tahun lalu menyerahkan sertifikat yang menetapkan Sumbu Filosofis Yogya sebagai warisan budaya dunia,” katanya.
Hal yang sama dapat dilakukan pada Ampenan. “Kita harus eksplorasi sejarah Ampenan dan sudah selayaknya kita usulkan Ampenan sebagai warisan budaya dunia,” pungkasnya.
Terlepas dari gagasan Iqbal tentang Kota Mataram, pertemuan dua tokoh itu menyiratkan kemistri yang baik. Baik Iqbal maupun Mohan juga terlihat berulang kali bertukar senyum.
Dua tokoh asal pulau Lombok itu juga berangkulan hangat. Hal ini memperkuat kasak-kusuk duet keduanya di Pilgub 2024.
Sementara itu, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, beberapa waktu lalu menanggapi dorongan agar berduet dengan Iqbal.
“Ya saya tetap merespons positif (apresiasi atas aspirasi), kalau misalnya ada harapan-harapan seperti itu ya, saya harus tetap membuka diri, dan mempertimbangkan,” ucapnya sembari tersenyum.
Mohan membenarkan telah mengantongi surat tugas dari partai Golkar. Isinya agar ia mempersilakan diri tampil di Pilgub 2024. “Saya ada surat tugas yang diterima dari DPP, untuk berkontestasi di Pilgub,” ucapnya.
Namun demikian, ia tidak ingin buru-buru mendeklarasikan diri tampil. Saat ini masih fokus memenangkan partai Golkar di NTB sehingga keluar menjadi pemenang Pemilu 2024.
“Kita juga harus melihat, produk dari pemilu, karena itu menjadi satu hal yang sangat penting, untuk melihat kekuatan partai dan peluang kita lah,” tegasnya. (zad)
Editor : Kimda Farida