LombokPost-Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat kembali menggelontorkan bansos pemberdayaan ekonomi masyarakat secara tunai Rp 4,9 miliar. Bantuan tersebut diterima 91 kelompok masyarakat di Gumi Patuh Karya.
Penyaluran bansos yang bersumber dari program aspirasi dan wasilah Rachmat Hidayat di Kementerian Sosial tersebut dipusatkan di tiga lokasi. Yakni kantor camat Sikur, kantor camat Labuhan Haji, dan kantor Desa Tanjung Luar, Kamis (25/1).
"Menjadi komitmen saya pribadi, bahwa tanggung jawab anggota DPR RI itu tidak hanya selesai di dalam gedung parlemen. Tapi harus terlihat dalam aksi nyata dalam memberikan bansos kepada masyarakat yang membutuhkan. Inilah yang kita lakukan hari ini,” ucap Rachmat.
Politisi kharismatik Bumi Gora ini menegaskan, penyaluran bansos tersebut, bukan semata sebagai asistensi finansial kepada masyarakat Pulau Lombok yang membutuhkan. Melainkan didasari pemahaman mendalam terhadap realitas kehidupan masyarakat di Pulau Seribu Masjid. Dengan begitu, penyaluran bansos ini pun menjadi tepat sasaran.
Terkait penyaluran yang memilih dilakukan di kantor camat dan kantor desa, hal tersebut kata Rachmat, untuk mempermudah akses kelompok masyarakat penerima. Selain itu juga untuk memenuhi aspek akuntabiltias dengan sepengetahuan dan koordinasi camat dan kepala desa.
Penyaluran bansos ini dimulai Rachmat dari kantor camat Sikur. Di tempat ini, nilai bansos pemberdayaan ekonomi yang disalurkan Rachmat Rp 1,9 miliar. Mereka yang menerima bantuan antara lain tergabung dalam kelompok masyarakat pelaku UMKM yang berasal dari Kecamatan Sikur, Terara, dan Masbagik. Total ada 30 Kelompok Masyarakat pelaku UMKM yang mendapat bantuan dengan berbagai jenis usaha. Penyaluran bantuan tunai ini pun dilakukan di hadapan kepala desa dan pejabat dari Pemkab Lotim.
"Masing-masing Kelompok Masyarakat mendapatkan dana sesuai dengan proposal yang diajukan melalui supervisi Pemkab Lotim," ujar Rachmat.
Dalam kesempatan tersebut, Rachmat meminta penerima bantuan untuk membelanjakannya sesuai dengan ketentuan. Dalam prosesnya, kelompok masyarakat akan didampingi kepala desa dan tim Program Keluarga Harapan (PKH) agar alokasi belanja sesuai ketentuan yang berlaku untuk bahan laporan penggunaan kepada Kemensos.
"Saya tidak ingin nantinya penerima bantuan hibah ini bermasalah secara hukum gara-gara urusan teknis belanja barang yang tidak sesuai aturan dan laporan keuangan yang tidak cermat," tandas Anggota Komisi VIII DPR RI itu.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini menegaskan, penyaluran bantuan ini tanpa ada pemotongan sepeserpun. Dengan demikian, tak ada hak penerima manfaat yang dikurangi sedikitpun. "Nanti satu bulan setelah terima bantuan, akan ada tim monitoring dan evaluasi dari Kemensos untuk mengecek dan melihat bukti apakah sudah dibelanjakan dan hasilnya seperti apa," pesan Rachmat.
Rachmat ingin agar bantuan ini, berhasil menggeliatkan perekonomian di desa dan menumbuhkan wirausaha-wirausaha dari desa yang akan memeratakan kesejahteraan di masing-masing desa tersebut. "Jika bansos ini dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan bidang usaha yang dikerjakan secara kelompok akan menjadi trigger bagi pemerataan kesejahteraan di desa," kata Rachmat.
Kecamatan Labuhan Haji
Usai menyerahkan bansos di Kecamatan Sikur, Rachmat Hidayat dengan didampingi kepala dinsos Lotim dan kadis PMD, bergerak menuju kantor camat Labuhan Haji. Saat tiba terlihat sejumlah tim PKH dan kepala desa telah mendampingi kelompok masyarakat penerima bansos. Total bantuan tunai yang diserahkan di kantor camat Labuhan Haji Rp 315,298 juta.
Dalam sambutannya, Rachmat mengaku kaget lantaran di wilayah Kecamatan Labuhan Haji yang menerima bansos ini jumlahnya sedikit. Belakangan diketahui, kalau hal tersebut didasarkan pada jumlah proposal yang masuk dan disupervisi oleh Pemkab Lotim sebelum diajukan ke pihaknya.
Rachmat pun berjanji, apabila dirinya mendapat amanah kembali sebagai anggota DPR RI akan membantu pengembangan dan perluasan UMKM di wilayah Kecamatan Labuhan Haji. "UMKM di desa harus diberdayakan dan dikuatkan dengan cara diberikan insentif penguatan kapasitas modal agar mampu mengembangkan unit usahanya," tutur Rachmat.
Camat Labuhan Haji Baiq Lian Krisna Yutarti menyampaikan ucapan terima kasih atas bansos yang diberikan kepada warganya guna mengembangkan usaha kelompok yang sudah dirintis. "Dengan bansos ini, setidaknya dapat menggeliatkan perekonomian dan sekaligus menggenjot perputaran ekonomi produktif di desa. Pada akhirnya kelak akan tercipta enklave-enklave dan sentra-sentra usaha maju di desa," katanya.
Desa Tanjung Luar
Di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak total bantuan yang diserahkan Rachmat Hidayat Rp 2,721 miliar. Kedatangan Rachmat disambut Camat Keruak Jumasih dan beberapa kepala desa serta puluhan kelompok penerima manfaat, termasuk masyarakat Tanjung Luar.
Untuk mempermudah proses penyerahan dan administrasi masing-masing kelompok masyarakat penerima manfaat diminta menandatangi kuitansi bermaterai terkait jumlah dana yang diterima. Camat Keruak Jumasih mengatakan, mereka yang tergabung dalam berbagai kelompok tani sudah mengajukan proposal kepada Rachmat Hidayat. “Kami sangat bersyukur hari ini, bantuan tersebut telah dicairkan,” ujarnya.
Rachmat Hidayat menjelaskan, total ada 91 proposal kelompok masyarakat dari Lotim yang diajukan kepada dirinya. Penyaluran batuan tersebut pun telah tuntas dilaksanakan kepada 91 kelompok masyarakat.
"Sebelumnya secara langsung saya bertemu dengan bu menteri sosial untuk meminta dana bantuan Rp 5 miliar untuk kelompok masyarakat di Lotim yang mau berusaha dan maju," kata Rachmat.
Rachmat melanjutkan, usulannya disetujui menteri sosial. Adapun teknis penerimaan bansos ini, nantinya masing-masing ketua kelompok masyarakat akan mendapatkan tanda tangan bukti penerimaan bantuan tersebut. ”Tapi uang bapak ibu sekalian, akan diterima lewat kepala desa masing-masing kelompok sesuai domisili dan tempat tinggal desanya. Kenapa uang bantuan tersebut harus diterima lewat kepala desa? Saya tidak ingin nanti bermasalah. Karena uang ini harus dipertanggung-jawabkan," kata Rachmat.
Nantinya, kepala desa akan mengawasi dan mengawal penggunaan dana tersebut saat kelompok masyarakat membelanjakan untuk keperluan usahanya. Dengan penyerahan di Tanjung Luar tersebut, bansos Rp 4,9 miliar telah seluruhnya disalurkan.
"Bantuan ini bukan hanya memberikan keberlanjutan finansial kepada kelompok masyarakat di desa, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk pembangunan ekonomi yang inklusif untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dari desa,” ucap Rachmat. (r5)
Editor : Rury Anjas Andita