Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NW dan NWDI Berpeluang Besar Tempatkan Wakilnya di DPD RI

Marthadi Zuk • Senin, 19 Februari 2024 | 12:41 WIB

 

Foto kolase Muh. Rifki Farabi (kiri) dan TGH Lalu Gede M Ali Wirasakti Amir Murni.
Foto kolase Muh. Rifki Farabi (kiri) dan TGH Lalu Gede M Ali Wirasakti Amir Murni.
LombokPost-Penghitungan suara Pemilu Dewan Perwakilan Daerah (DPD) wilayah pemilihan NTB masih berjalan.

Berdasarkan perolehan suara sementara dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon DPD NTB petahana masih menunjukkan keunggulannya.

Data yang diakses di Info Pemilu 2024 kpu.go.id per tanggal 18 Februari 2024 pukul 22.16 Wita, data dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah masuk sebanyak 10.937 dari total 16.243 TPS atau 67,33 persen.

Data tersebut menunjukkan perolehan suara sementara dua petahana yang berpeluang lolos adalah TGH Ibnu Halil dengan 10,37 persen dan Hj Evi Apita Maya dengan 9,75 persen.

Sementara dua petahana lainnya masih berada di luar empat besar yakni H Lalu Suhaimi Ismy dengan 7,07 persen dan H Achmad Sukisman Azmy dengan 6,63 persen.

Yang menarik dalam empat calon yang berpeluang lolos terdapat dua nama pendatang baru. Yakni Muh Rifki Farabi, putra TGB HM Zainul Majdi. Figur muda NWDI (Pancor) ini berada di urutan kedua perolehan suara sementara dengan raihan 9,82 persen.

Kemudian ada tokoh senior Nahdlatul Wathan (Anjani) TGH Lalu Gede M Ali Wirasakti Amir Murni dengan 7,74 persen.

Pengamat politik NTB Dr Saipul Hamdi menerangkan kendati data yang terkumpul masih 67,33 persen, namun kecenderungan suara sejumlah calon yang sudah mencapai di atas 8 persen kemungkinan besar akan terus bertambah.

Dari hasil sementara itu, ia berkesimpulan jika pada Pemilu DPD NTB, masih terlihat kuat bagaimana peran organisasi masyarakat (Ormas) dalam mendorong elektabilitas dan perolehan suara calon.

Hal itu terlihat dari bagaimana Muh. Rifki Farabi yang sejak awal kejar-kejaran di posisi pertama dengan calon petahan TGH Ibnu Halil.

Jika Farabi didukung kuat NWDI, TGH Lalu Gede M Ali Wirasakti Amir Murni juga terlihat mendapatkan suara yang signifikan dengan dukungan NW.

“Basis massa ormas memang menjadi penentu di sini. Ormas mampu meningkatkan elektoral tokoh. Ini dalam kontestasi secara formal. Di luar bagaimana adanya konflik internal calon di dalam organisasi tersebut,” kata Saipul pada Lombok Post.

Faktor selanjutnya yang terlihat dari perolehan sementara itu adalah basis kedaerahan.

Hal itu nampak dari perolehan suara TGH Ibnu Halil dan Lalu Suhaimi Ismy. Apalagi jika kedua faktor itu digabungkan.

“Memang Pemilu DPD ini jauh lebih fluktuatif dari DPR. Selain jangkauannya yang luas, basis masa dan timnya juga sulit terbaca,” terangnya.

Karena itu juga calon petahana DPD tidaklah bisa dengan mudah mempertahankan perolehan suaranya seperti halnya DPR.

Hal itu karena kebanyakan setelah jadi para senator cenderung jarang terlihat di tengah masyarakat.

Di sisi lain, mereka juga tidak mengurus langsung anggaran seperti halnya DPR yang memiliki pokok pikiran dan reses.

Farabi sendiri selain didukung oleh Ormas NWDI, elektabilitasnya juga didukung oleh TGB Zainul Majdi.

“Itu menjadi satu kesatuan. Meskipun masyarakat belum begitu mengetahui kemampuan dari Farabi ini, tapi beliau sudah bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat,” jelas Saipul. (tih/r2)

Editor : Marthadi
#Pemilu #rifki #NWDI #NW #sakti #dpd