LombokPost-Vicky Prasetyo salah satu artis dari yang terancam gagal sebagai anggota DPR RI dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini.
Vicky Prasetyo baru memperoleh 2.047 suara sebagai Caleg DPR RI Jabar 6 Perindo, dikutip dari POJOK SATU, sebagaimana diberitakan Jawa Pos.
Vicky Prasetyo tidak hanya bertarung soal perolehan suaranya, namun juga partai pengusung Perindo yang saat ini belum lolos ke parlemen sesuai hasil embaga survei dalam hitung cepat atau quick count.
Partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu sementara ini meraih suara di bawah ambang batas parlemen atau parliamentary threshold yaitu 4 persen.
Vicky menjelaskan terlepas dari hasil hitung cepat atau hasil KPU sementara, dirinya masih menyimpan optimisme sampai KPU benar-benar mengumumkan hasil final.
"Sekarang terlalu prematur menentukan pemenang, suara di PPK kecamatan, akan kita tunggu semuanya. Masih harus optimis dong. Kita akan berjuang sampai akhir sampai penyelenggara Pemilu menentukan siapa yang menang," ujarnya.
Dia memastikan ikhlas jika nanti di penghitungan akhir Perindo lolos ke parlemen, namun dirinya yang gagal ke Senayan.
"Kita angota partai harus menghormati rumah politik. Kalau memang rumahnya bisa masuk membawa teman-teman legislatif mewakilkan partai, kita harus bersyukur," ungkapnya.
Vicky juga mengatakan dari fakta di lapangan semasa dirinya kampanye, bahwa tidak sedikit masyarakat yang berpola pikir pragmatis.
Di mana, figur yang dipilih atau dicoblos adalah yang 'memberikan' sesuatu.
"Masyarakat kita pragmatis, mereka mau program bagus tapi pada kahirnya mereka mementingkan yang 'memberikan' langsung," jelasnya.
Pun, Vicky berharap ketika memang dirinya tidak lolos, programnya soal memperhatikan guru ngaji bisa tetap dijalankan orang yang terpilih.
Dia juga tak menampik cukup jor-joran selama kampanye dengan biaya yang wah.
Dia mengatakan mau tidak mau memang butuh dana besar. Karena, dia turun ke masyarakat di banyak titik. Ini juga sebagai modalnya kenal maju di Pilkada, ini sudah menjadi rencananya jika benar-benar gagal di DPR RI. (hiu)
Editor : Prihadi Zoldic