Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilgub atau Pilwali? Mohan: Saya Pilih yang Realistis dan Rasional

Miq Ade • Kamis, 21 Maret 2024 | 08:50 WIB

 

H Mohan Roliskana
H Mohan Roliskana

 

LombokPost-Rekapitulasi suara hasil pemilu 2024 di NTB usai. Sekalipun tahapan pemilu belum sepenuhnya rampung, namun tokoh politik dan parpol mulai mengalihkan fokus ke panggung Pilkada Serentak 2024.

Agenda pemilihan kepala daerah ini dengungnya semakin ramai. Tidak terkecuali Pemilihan Gubernur (Pilgub).

Mencuat nama-nama digadang-gadang memiliki potensi tampil di Pilgub 2024. Salah satunya Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Saat ditanya apakah akan tampil di Pemilihan Wali Kota atau Pilgub, Mohan tersenyum.

“Yang jelas saya akan ambil keputusan yang paling realistis dan rasional. Tolok ukurnya adalah survei untuk mengukur basis pendukung di mana yang paling realistis (untuk menang). Yang jelas saya akan kembali maju,” katanya, kemarin (20/3).

Ia mengatakan, keputusan maju saat ini sebagai step berikutnya setelah melihat performa mesin partai. “Apakah maju nanti di Pilwali atau Pilgub, ya nanti kita lihat,” ujarnya santai.

Mohan mengatakan, dua panggung politik itu berpeluang dijajaki. Selama infrastruktur politik dan basis dukungan terpenuhi.

“Ya politik ini kan, seni untuk membuat segala kemungkinan,” paparnya.

Disinggung relevansi perolehan partai Golkar NTB di pemilu 2024 yang sukses menjadi jawara dengan mendulang suara terbesar sebagai indikator kesiapan Golkar menyongsong Pilgub 2024, Mohan mengiyakan. Menurutnya hal tersebut bisa saja jadi sebagai ukuran efektivitas kerja-kerja perangkat partai.

“Ya, bisa saja. Itu menggambarkan kondisi infrastruktur mesin partai. Insya Allah cukup kuat,” ucapnya.

Sebagai informasi dalam perebutkan kursi DPRD NTB, Golkar berhasil meraih 10 kursi sekaligus memuncaki pengumpulan suara dengan 407.343 suara. Menyusul di posisi nomor dua Gerindra dengan 10 kursi dengan 407.342 suara. PKS di urutan ketiga dengan delapan kursi dan menghimpun 330.546 suara.

Berdasarkan pengalaman empirisnya, hasil pemilu linier dengan pilkada. Hal ini yang pernah ia buktikan ketika menakhodai Golkar Kota Mataram dan berhasil menempatkan kader Golkar sebagai wali kota. 

“Makanya kita akan lakukan survei (tokoh) dulu, nanti kita lihat hasil surveinya (apakah tokoh Golkar yang akan diusung di Pilgub juga diterima dengan baik),” urainya.

Pengamat Politik Dr Ihsan Hamid mengatakan, sudah seharusnya Mohan mengambil langkah ke panggung Pilgub 2024. Menurutnya, kursi ketua DPD Golkar NTB memang untuk mengorbit ke panggung Pilgub.

“Makanya saya melihat grade kursi Ketua DPD Golkar turun kalau hanya untuk mengincar kursi wali kota,” ucapnya.

Menurutnya Mohan telah membuktikan kapasitasnya sebagai nakhoda dengan kembali berhasil mendudukkan kadernya di kursi ketua DPRD NTB. Walau perolehan kursi sama dengan Gerindra, tapi mesin politik Golkar terbukti lebih efektif mendulang suara.

“Mohan menepis prediksi banyak orang yang menganggap Golkar NTB akan turun karena dia dianggap tidak punya basis massa. Tapi Mohan membuktikan, prediksi mereka salah,” ucapnya.

Terlepas berbagai dinamika yang muncul selama proses pemilu 2024, Mohan menunjukkan kapasitasnya tak layak diremehkan. “Sekarang tinggal membuktikan lagi, bahwa Golkar dalam tradisi politiknya di NTB bukanlah follower, tetapi leader dengan menjadi calon gubernur,” ucapnya. (zad/r2)

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Pemilu 2024 #pilgub #Golkar #Wali Kota Mataram #NTB #Pilkada serentak #Mohan Roliskana #pilwali