LombokPost--Partai politik mulai memanaskan mesin menyongsong Pilkada Serentak 2024. Salah satu partai yang menyatakan kesiapan adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Partai berlambang bulan sabit kembar ini bahkan memancang target harus bisa mendudukkan kadernya di kursi wakil wali (wawali) kota. “Kita kunci di M2 (baca: wakil wali kota),” kata Ketua DPD PKS Kota Mataram Ismul Hidayat pada Lombok Post, Rabu (17/4).
Ismul mengatakan, target ini sesuai hasil keputusan dalam rapat Dewan Pertimbangan Daerah (DPTD). Rapat tersebut digelar menyusul perolehan positif PKS di Pemilu 2024.
Enam kursi atau bertambah satu kursi dari sebelumnya lima kursi berdasarkan hasil pemilu 2019, dinilai modal mumpuni mengunci kursi wakil wali kota.
“Hasil rapat internal juga memutuskan kami akan mengusulkan dua kader (untuk dipertimbangkan),” ucapnya.
Dua nama ini telah berproses sejak gong Kick Off Pilkada Serentak 2024 dipukul pada Agustus 2023 lalu oleh presiden PKS. Tindak lanjut atas kick off, DPD PKS Kota Mataram kemudian membentuk desk pilkada untuk menjaring nama-nama potensial diusung di Pilkada Serentak 2024.
Ismul belum dapat mengungkapkan dua nama yang mengerucut. Hal ini berkenaan dengan proses pembicaraan politik dengan figur eksternal yang akan menjadi pasangan di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Mataram 2024.
“Target M2 ini menurut kami sangat realistis bila melihat perolehan kursi kami di Pemilu 2024 kemarin,” paparnya.
Ia menekankan, penambahan kursi PKS di Pemilu 2024 melegitasi tingkat kepercayaan publik pada kerja-kerja politik PKS yang terus meningkat. “Jadi ini sebagai bahan pertimbangan kami,” tekannya.
Berikutnya, selain perolehan kursi yang mumpuni, PKS mengorientasikan semangat merebut M2 sebagai ikhtiar meningkatkan progresifitas pembangunan di Kota Mataram. “Di samping kami memandang sangat perlu regenerasi kepemimpinan ini,” ucap pria yang saat ini menduduki jabatan ketua komisi 1 DPRD Kota Mataram ini.
Pihaknya mengevaluasi, jalannya pembangunan oleh pemerintahan sejauh ini masih sangat minim inovasi. “Banyak hal yang bisa dikembangkan, tapi jalan di tempat,” kritiknya.
Pembangunan ibu kota, sebagian besar dinilai berbentuk polesan saja. “Belum banyak yang bicara substansi perekonomian, misalnya menyangkut kebijakan yang berdampak terhadap pemberian modal usaha bagi masyarakat,” paparnya.
Alasan selanjutnya adalah, sektor pembukaan lapangan kerja yang masih minim. Ruang kerja yang diberikan pemerintah, baru di sektor formal seperti penyediaan lapangan kerja melalui jalur PPPK dan CPNS.
Padahal PPPK dan CPNS dalam pandangannya termasuk dalam kebijakan penuh pemerintah pusat. “Sementara ada 6000 UMKM butuh diperhatikan (permodalannya), tapi dari sisi kebijakan belum ada,” sebutnya.
Jika saja pemerintah membuat regulasi yang berdampak langsung pada permodalan UMKM, ia meyakini hal itu dapat membuka lapangan kerja dan menyerap puluhan ribu masyarakat. “Kalau dalam kebijakan membuat bansos saja pemerintah mampu menggerakkan UMKM, harusnya pemberian modal ini bisa dilakukan,” bandingnya.
Dalam kesempatan itu, Ismul mengungkapkan dukungannya pada Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana untuk naik kelas di panggung Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Selain karena dapat mendorong roda regenerasi kepemimpinan, Mohan dianggap memiliki modal elektoral menapaki jenjang karir politik lebih tinggi.
“Saya kira pemilih ibu kota yang mencapai 350 ribu, sebagai besar akan berada di belakang pak Mohan, kalau saya pribadi sangat mendukung,” ucapnya.
Sebagai langkah konkret menyukseskan misi politik, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan safari politik ke partai-partai lain. “Kami akan bertemu dengan partai-partai lain untuk membicarakan kemungkinan membangun koalisi,” ucapnya.
Sebagai catatan, PKS bukan kali ini saja berencana mendorong kader tampil di kursi wakil wali kota. Dalam Pilwalkot Mataram 2020 silam, PKS menempatkan salah satu figurnya yakni TGH Abdul Manan sebagai calon wakil wali kota mendampingi calon dari PDI Perjuangan Hj Selly Andayani.
Saat itu, PKS yang berkoalisi dengan PDI Perjuangan sukses finish di perolehan suara terbanyak nomor dua. “Jadi dari sisi pengalaman kami punya, tinggal kami perbaiki apa yang kurang dulu untuk merebut kemenangan,” optimisnya.
Ketua KPU Kota Mataram Edi Putrawan mengatakan tahapan Pilkada Serentak 2024 telah berjalan. Proses pendaftaran Calon Wali Kota dan Calon Wali Kota nantinya akan dibuka dalam rentang tiga hari.
“Pendaftaran pasangan calon akan dibuka dari tanggal 27-29 Agustus 2024,” jelasnya.
Masih ada waktu sekitar empat bulan bagi partai politik dan pasangan calon independen menyiapkan koalisi dan berkas dukungan. Selanjutnya berkas yang diserahkan pada KPU akan diteliti kelengkapannya.
Proses penelitian berlangsung selama 26 hari atau sejak pendaftaran dimulai yakni 27 Agustus sampai 21 September 2024. “Penetapan pasangan calon sehari setelah penelitian berkas selesai dilakukan yakni 22 September 2024,” jelasnya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni