Hadir sejumlah figur yang sebelumnya disebut telah menerima mandat pencalonan. Ada Wali Kota Mataram yang juga Ketua DPD Golkar NTB H Mohan Roliskana, Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah, Anggota DPRD NTB Achmad Puaddi, dan lainnya.
Sementara itu dari DPP tampak hadir Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTB, dan NTT Partai Golkar yang juga anggota DPR RI dari Dapil NTB II Hj Sari Yuliati.
Dalam kesempatan itu Sari memberikan arahan mengenai mekanisme tahapan penjaringan bakal calon kepala daerah dari Partai Golkar. Dimana Golkar tetap membuka diri untuk merangkul putra-putri terbaik dari luar kader Golkar untuk berkontestasi dalam pilkada mendatang.
“Kita berkumpul untuk mematangkan persiapan yakni menyangkut survei yang dilakukan oleh partai untuk mengukur elektabilitas para calon,” kata Sari.
Menurut Sari persiapan panjang ini dilakukan untuk memastikan target 60 persen kemenangan di pilkada mendatang tercapai. Karena itulah dalam proses persiapan pilkada serentak ini DPP Golkar menggandeng LSI Denny JA untuk mengukur elektabilitas para calon. Nantinya akan ada tiga kali survei sebelum para calon diusung Golkar di daerah masing-masing.
“Ini adalah mekanisme internal yang ditentukan DPP Golkar untuk memastikan figur yang akan diusung merupakan sosok terbaik yang benar-benar diterima oleh masyarakat,” imbuhnya.
Seperti diketahui akhir tahun ini NTB akan menggelar 11 pilkada secara serentak. Yakni pemilihan gubernur dan pemilihan wali kota/bupati di 10 kabupaten/kota.
Karena itulah Golkar NTB mempersiapkan diri menghadapi pilkada ini secara matang untuk memastikan NTB tetap sebagai lumbung suara Golkar. “Sebagai partai pemenang pemilu di NTB tentu kami juga berharap bisa memenangkan seluruh pilkada nanti. Terutama di daerah-daerah yang kami menangkan di pileg lalu,” sambung Sekretaris DPD Golkar NTB H Firadz Pariska. (*)
Editor : Redaksi Lombok Post