LombokPost--Bursa bakal balon wali kota/wakil wali kota diisi nama-nama top. Sejumlah tokoh yang kerap menghiasi pemberitaan publik didorong tampil dalam agenda Pilkada Serentak 2024.
Nama-nama “bintang” antara lain Wali Kota Mataram H Mohan Rolsikana, Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman. Berikutnya Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rahman, Direktur RSUD Provinsi NTB dr HL Herman Mahaputra.
Muncul juga dorongan untuk istri Wali Kota Mataram Hj Kinnastri Mohan Roliskana, Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi, Sekretaris DPD Partai Golkar NTB Firadz Pariska, Ketua DPD Partai Nasdem Kota Mataram Lalu Fatahillah, hingga politisi PDIP Nyayu Ernawati.
Ketua DPD Partai Demokrat NTB Indra Jaya Usman atau akrab disapa IJU menyoroti dinamika politik yang ada di kota. “Secara umum seperti arahan yang diberikan ketua umum kami (dengan dinamika bursa bakal calon di kota) kami diminta memprioritaskan kader kami,” katanya ditemui di kantor DPD Partai Demokrat NTB, Senin (29/4).
Ia menekankan, selama ada kader yang mampu dan sanggup bersaing, partai memberikan ruang yang luas. “Selama punya kemampuan dan kesanggupan untuk menjadi pemimpin di daerah,” tekannya.
Pengurus provinsi ikut mendorong kader ambil bagian. Di tengah dinamisnya perpolitikan Kota Mataram.
“Terkait posisi (yang dibidik) saya kira semua berpeluang. Apakah, nomor satu (baca: calon wali kota) ataupun nomor dua (baca: baca calon wakil wali kota),” ulasnya.
Situasi politik yang dinamis membuka peluang partainya pada semua kemungkinan. “Bahkan menjadi partai pendukung (tidak mengusung calon internal), kemungkinan itu masih ada,” paparnya.
Perolehan kursi Demokrat di kota sebanyak empat kursi. Secara peta politik belum mencukupi dukungan 20 persen kursi legilatif untuk mengusung pasangan calon.
“Kami tidak bisa mengusung sendiri, jadi tergantung pada hasil komunikasi dengan partai koalisi. Semua kemungkinan berpeluang,” tekannya.
Munculnya nama-nama beken seperti petahana H Mohan Roliskana, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, hingga direktur RSUD Provinsi NTB dr HL Herman Mahaputra turut disorotinya. Secara spesifik IJU menyebut nama Mohan Roliskana yang disebutnya memiliki hubungan sangat baik dengannya.
“Dengan Golkar, khususnya dengan bang Mohan itu hubungan saya baik, dalam hal senior dan junior. Jadi memungkinkan juga bagi partai menjalin kerja sama politik dengan Golkar. Antara partai Demokrat dengan Golkar di tingkat nasional, hubungannya begitu baik sejak pemerinthan pak SBY,” ulasnya.
Oleh karenanya, IJU belum mau membatasi komunikasi partainya di Kota Mataram. Ia telah menginstruksikan pada jajaran pengurus partai tingkat kota membangun komunikasi seluas-luasnya.
“Baguslah (dengan munculnya banyak figur di kota), saya kira itu menunjukkan bahwa kaderisasi kepemimpinan di kota tumbuh dengan baik, semakin banyak tokoh yang muncul, tentu pilihan masyarakat semakin banyak dan itu baik bagi demokrasi,” tekannya.
Sementara itu disinggung peluang Koalisi Indonesia Maju (KIM) linier antara pusat, provinsi, dengan kabupaten/kota dalam menyongsong Pilkada, ditekankanya sangat terbuka. Menurut IJU, koalisi linier itu dapat menjadi kesempatan untuk sinkronisasi dan pengawalan program yang akan dicanangkan presiden/wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Kita memerlukan semangat yang sama untuk membangun pusat dan daerah secara bersama-sama, tentu bersama partai politik yang lain,” ucapnya.
IJU mengatakan, koalisi linier itu merupakan ide yang baik. “Tentu juga dengan membuka kesempatan pula bagi teman-teman yang kemarin (saat pilpres 2024, Red) berada di Paslon 01 dan 03,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rahman, mengunjungi kantor DPD Partai Demokrat NTB untuk mendaftarkan diri sebagai Calon Wali kota Mataram melalui partai tersebut. “Ini bagian dari ikhtiar politik yang terus kami lakukan untuk mengadapi Pilkada Serentak 2024,” ucapnya.
Sebelumnya, ia telah membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai. Antara lain Nasdem, PKS, dan PBB. “Kami juga menunggu pembukaan pendaftaran yang dilakukan partai lain, saat ini baru Demokrat dan Nasdem yang membuka pendaftaran,” pungkasnya.
Terpisah, Direktur RSUD Provinsi NTB dr HL Herman Mahaputra menanggapi dorongan baginya untuk tampil di Pemilihan Wali Kota Mataram. Pria yang beken disapa dokter Jack itu mengatakan, saat ini fokus berkhidmat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di NTB.
“Saat ini, saya tengah fokus bagaimana agar pemerataan layanan kesehatan dapat kami berikan pada seluruh masyarakat NTB,” ucapnya.
Di samping pemerataan juga peningkatan kualitas layanan. Khususnya spesialisasi layanan melalui RSUD Provinsi NTB.
Meski demikian, Dokter Jack mengisyartkan peluang tampil di Pilkada bukan hal yang mustahil. Semua kemungkinan terbuka mengikuti dinamisnya situasi dan kondisi perpolitikan daerah.
“Iya, hari ini saya fokus untuk peningkatan pelayanan kesehatan, ya kita kan tidak tahu seperti apa nanti. Tapi saya tegaskan hari ini saya fokus untuk itu,” tekannya. (zad)
Editor : Rury Anjas Andita