Nama Lalu Muhammad Iqbal menjadi figur yang patut diperhitungkan dalam Kontestasi Pilkada Serentak NTB mendatang. Ia digadang-gadang akan tampil di Pilgub mendatang.
Kepada Lombok Post, Selasa (30/4) lalu, Mantan Dubes RI untuk Turki ini bercerita banyak hal. Termasuk soal pertemuan pria yang akrab disapa Miq Iqbal ini dengan TGB Zainul Majdi beberapa waktu lalu.
Jadi secara umum bagaimana pertemuan dengan TGB Miq?
“Sangat rileks. Ini pertemuan pertama saya dengan beliau pascapileg dan pilpres yang pastinya sangat melelahkan buat beliau. Sahabat yang baik itu tidak menambah beban. Tapi justru meringankan beban”
Kabarnya pertemuan dgn TGB viral dan jadi pembicaraan publik khususnya di NWDI?
“TGB ini kan Gubernur NTB pertama yang memerintah selama dua periode pascareformasi. Pemahaman beliau tentu sangat mendalam mengenai NTB. Sudah sepantasnya sebagai orang yang berencana maju di pilgub NTB, saya bertanya dan belajar dari beliau. Banyak pandangan beliau yang saya catat. Jadi janganlah berlebihan juga menanggapi pertemuan itu,”
Dari video yang beredar tampaknya pertemuann yang berlangsung sangat akrab dan hangat, seperti apa sambutannya?
“‘Beliau kan memang seperti itu. Kepada semua orang selalu hangat.’
Apa yang jadi topik bahasan selama pertemuan?
“Yang ringan-ringan saja. Kita bertukar cerita tentang keluarga dan janjian insyaallah kapan-kapan bertemu bersama istri dan anak-anak. Bertukar pandangan tentang situasi negara dan NTB. Itu saja.
Apakah dibahas tentang Pilgub dan dukungan kepada Miq Iqbal?
“Kan sudah saya sampaikan, sahabat yang baik itu tidak menambah beban tapi meringankan. Sebagai sahabat saya, beliau menanyakan tentang sudah sampai mana saya dalam proses pencalonan untuk Pilgub. Saya juga minta doa beliau sebagai sahabat dan ulama. Tidak ada pembahasan dukung mendukung. Saya tidak mau urusan pencaguban saya menambah beban beliau. Meski beliau sendiri mengatakan beliau terus memantau perkembangan saya,”
Apakah pernyataan bahwa beliau memantau Miq Iqbal itu sinyalemen dukungan beliau?
“Jangan mudah self-claiming (klaim sepihak,red). Nggak etislah. Kalau beliau bilang memantau ya artinya memantau. Saya yakin yang lain juga dipantau beliau,”
Apakah ada potensi beliau dan NWDI mendukung Miq Iqbal?
“Ente persisten sekali ya. Jadi begini. Dalam bersahabat itu kita tidak harus punya posisi dan pendapat yang sama. Yang lebih penting itu adalah kita bisa menjaga ketulusan, keterbukaan dan kejujuran dengan sahabat kita. Kita bisa bicara dan sampaikan pandangan apa adanya,”
Ada rumor bahwa dukungan arus bawah di NWDI dalam isu pilgub terbelah. Bagaimana tanggapan mamiq?
“Oya? Jadi begini. Saya ini kan juga pengurus di NWDI. Harapan saya janganlah karena politik lima tahunan NWDI terbelah. Organisasi ini aset luar biasa dan terlalu penting buat dikorbankan oleh kepentingan politik lima tahunan,”
Itu sebabnya dalam pertemuan dengan TGB saya tidak bicarakan soal dukung mendukung. Karena saya tidak mau jadi faktor pembelah. Sebaliknya, sebagai pengurus saya wajib menjadi faktor penyatu dan penguat.
Saat bicara mengenai situasi NTB, apakah Miq Iqbal menemukan kesamaan visi dengan TGB?
“Kalau mau membangun daerah ini lebih cepat, sebaiknya jangan memulai dari nol. Banyak hal baik yang ditinggalkan TGB lima tahun lalu. Mulai dari pengentasan kemiskinan, penguatan konsep MICE dalam pariwisata, wisata halal dan bantuan operasional sekolah daerah. Itu beberapa hal yang bisa kita jadikan point of departure (titik memulai,red). Selain juga ada hal-hal baru yang perlu kita mulai juga karena belum pernah ada sebelumnya.
Kami juga sepandangan bahwa pemimpin (Gubernur,red) harus berdiri di atas semua kelompok, golongan, suku dan agama. Sebagai alumni pesantren modern, nilai ini sudah ditanamkan Kyai kami sejak hari pertama sekolah. (Fatih Kudus Jaelani/r2)
Editor : Hidayatul Wathoni