Ketua DPW PPP NTB H. Muzihir mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke DPP untuk memperoleh rekom. Nama yang diajukan itu adalah Rohmi-Firin, Gita Ariadi, dan Zulkieflimansyah-Suhaili. "Bolanya ada di DPP, semua sudah diserahkan," ujarnya.
Akan tetapi dari beberapa nama itu, yang paling siap Rohmi-Firin. Muzihir mengaku, paslon ini sudah melengkapi persyaratan yang diminta DPP. Seperti sudah memiliki partai pengusung. Seperti yang diketahui, Rohmi-Firin hampir pasti diusung PDIP dan Perindo. "Biodata, partai, dan semua yang diminta DPP sudah lengkap," jelasnya.
Sementara bakal calon yang lain belum melengkapi. Muzihir mencontohkan dengan Zulkieflimansyah yang sudah pasti diusung pks, faktanya dia tidak menyertakan parpol pengusungnya dalam dokumen yang diminta DPP.
Artinya, jika melihat dari sisi kesiapan ini, rekom PPP sangat mungkin diterima Rohmi-Firin. Akan tetapi Muzihir belum bisa memastikan karena sejauh ini rekom masih dalam proses. "Kalau belum ada hitam di atas puith, saya tidak berani mengatakan 100 persen ke Rohmi-Firin," jelasnya.
Dalam mekanisme pemberian rekomendasi, PPP meminta agar bakal calon punya partai koalisi di luar PPP. Ini untuk memastikan bahwa pasangan yang diberikan rekom bisa diusung dan mendaftar. "Tidak mungkin mengeluarkan rekomendasi kalau hanya PPP. Mau klaim PPP, tapi (koalisi) dengan partai apa, itu akan kita pastikan dulu," ujarnya.
Dia menegaskan, tidak ada satu pun partai yang bisa mengusung calon sendiri. Oleh karena itu, PPP berkomitmen akan mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan yang sudah punya parpol koalisi. "Kami tidak mau konyol," katanya lagi.
Wakil Ketua DPD PDIP NTB H Ruslan Turmuzi, mengatakan, partai pengusung Rohmi-Firin sebenarnya sudah terpenuhi. Sebab, PPP hampir pasti akan memberikan rekom ke pasangan yang diusung PDIP ini. "Kita cari tambahan dan bisa lebih dari cukup," katanya.
Ruslan mengaku, ada beberapa parpol yang berpeluang menjadi pengusung Rohmi-Firin. Bahkan, partai-partai yang memiliki kursi besar bisa digaet. Ruslan mencontohkan dengan Gerindra dan Golkar. 'Kita berupaya bersama membangun NTB sehingga butuh partai lebih banyak," ujarnya. (*)
Editor : Redaksi Lombok Post