Airlangga Hartarto Mundur dari Ketua Umum Golkar, Jusuf Hamka: Direbut Kekuatan Powerfull
Alif Andika Putra• Senin, 12 Agustus 2024 | 16:09 WIB
Jusuf Hamka (kiri), Gubernur DKI Anies Baswedan (tengah), Menteri Koordinator Perekonomian (Airlanggar Hartarto), menghadiri Vaksinasi Ibu-Ibu Hamil di Balai Kota Jakarta 2021. (Instagram/jusufhamka
LombokPost--Anggota Dewan Penasihat Partai GolkarJusuf Hamka mengungkapkan bahwa pengunduran diri Airlangga Hartarto dari jabatan Ketua Umum Partai Golkat terkait dengan kekuatan powerful di luar Partai Golkar.
Dilansir dari Jawapos, Jusuf Hamka menyebut, Airlangga sebenarnya bukan mengundurkan diri, tetapi jabatan Ketum Golkar direbut dari Airlangga oleh kekuatan powerfull.
"Bukan perebutan, tapi direbut bukan perebutan saya pikir, tetapi direbut kalau saya bisa katakan itu direbut, bukan perebutan kalau menurut saya," kata Jusuf Hamka kepada wartawan, Minggu (11/8).
Hanya saja, pria yang karib disapa Babah Alun itu mengklaim, tidak tahu siapa yang memiliki kekuatan powerful untuk merebut jabatan ketum dari Airlangga.
"Iya masa sih, situ harus tahu lah kalau direbut siapa sih yang bisa merebut ya kan, itu pasti yang yang powerful-lah, nggak tahu siapa, saya nggak berani ngomong saya juga belum tahu sebenarnya," ucap Jusuf Hamka.
Pengusaha jalan tol itu merasa aneh dengan pengunduran diri Airlangga dari pucuk pimpinan Partai Golkar.
Sebab, Airlangga mengundurkan diri di tengah keberhasilannya memberikan kemenangan bagi Partai Golkar di Pileg dan Pilpres 2024.
"Jadi kalau Pak Airlangga tidak berprestasi, mungkin bisa dibilang untuk diminta Munas dipercepat, padahal kan Munas sudah ada waktunya ya kan. Kalau sekarang kan Munas dipercepat, saya juga nggak tahu apa sebenarnya yang terjadi di balik itu, karena saya di Bandung ya kan. Jadi saya berpikir Pak Airlangga sudah berprestasi dan Pak Airlangga bekerja terus, pasti ada sesuatu yang membuat dia mundur dulu," pungkas Jusuf Hamka. (Alif)