Sebelumnya, Nurhidayah-Imam telah menerima SK B1KWK dari DPP PPP. Dukungan dua partai ini telah memenuhi 20 kursi parlemen (9 kursi). Di DPRD Lobar, PPP memiliki lima kursi, sementara Demokrat empat kursi. "SK B1KWK diserahkan langsung Ketum AHY," kata Ketua DPC Demokrat Lobar Zain Darmat kepada Lombok Post kemarin.
Zain mengaku, di waktu bersamaan, Nurhidayah-Imam juga menerima rekom dari PSI. Dokumen persetujuan pengusungan itu diserahkan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. "Karena waktu penyerahan sama, maka masing-masing membagi diri. Hj. Nurhidayah di DPP Demokrat dan Gus Imam Kafali di DPP PSI," katanya.
Dia menerangkan, kepastian pengusungan oleh Demokrat ini menjadi modal berharga bagi bakal calon Nurhidayah-Imam untuk menjemput kemenangan. Sebab, dia memastikan, seluruh kader Demokrat akan bergerak untuk memenangkan duet berlatar belakang politisi ini. "Kita solid dan kompak," katanya.
Dia menegaskan, keputusan mengusung Nurhidayah-Imam ini harus ditaati oleh semua kader. Zain memastikan, untuk di Lobar tidak akan ada kader yang berani melawan keputusan DPP. "Kita satu suara memenangkan Nurhidayah-Imam," imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris DPD Demokrat NTB Andi Mardan membenarkan telah diserahkannya B1KWK kepada pasangan Nurhidayah-Imam. Dia mengaku, kemarin DPP juga memberikan persetujuan pengusungan kepada pasangan lain di tiga kabupaten/kota. "Langsung diserahkan AHY di Jakarta sore kemarin," jelasnya.
Selain Lobar, B1KWK juga diberikan kepada pasangan bakal calon di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur, dan Sumbawa Barat. Di Kota Mataram, SK B1KWK diberikan kepada Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman. Sementara di Lotim, Demokrat resmi mengusung pasangan Rumaksi-Sukisman.
Sedangkan untuk Pilkada KSB, surat pengusungan Partai Demokrat diberikan kepada pasangan Ahmad Salim-Muhammad Nasir. Dia mengatakan, pasangan yang telah diusung itu akan bergerak untuk pemenangannya dengan memaksimalkan seluruh kekuatan. Terutama partai-partai koalisi.(bib)
Editor : Redaksi Lombok Post