Hal itu mereka sampaikan saat menyambangi jamaah pengajian pondok pesantren Darunnadwah, Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, pada Sabtu (31/8).
“Pondok pesantren adalah tulang punggung dari kemajuan Lombok Barat. Menanamkan generasi berkualitas dan berakhlakul karimah,” kata Hj Nurhidayah.
Dalam visi dan misinya menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, paket DAFA menawarkan 22 program unggulan.
Baca Juga: Breaking News, Pertamax dan Dex Series Turun Harga Per 1 September
Satu dari program unggulan dalam Visi dan misi dengan tagline ‘Jalan Baru’ itu adalah memberikan beasiswa santri.
Di samping mendorong kualitas santri, secara khusus paket DAFA juga akan memberikan bantuan khusus untuk peningkatan kualitas ponpes itu sendiri.
Bantuan peningkatan kualitas ponpes di Lombok Barat ditegaskan akan digelontorkan setiap tahun.
“Komitmen terhadap pendidik rohani ini juga dilakukan dengan memberikan insentif bagi marbot maupun guru ngaji. Karena paslon ‘Jalan Baru’ memahami pentingnya menjaga akhlak generasi muda,” tambahnya.
Baca Juga: Wali Kota Mataram Terima 3 Sertifikat Kekayaan Intelektual dari Kanwil Kemenkumham NTB
Kehadiran sosok Imam Kafali Azmy yang adalah pengasuh Ponpes Abhariyah sebagai wakilnya menjadi salah satu komitmen DAFA dalam memajukan ponpes di Lombok Barat.
Itulah mengapa, pendidikan pesantren memiliki porsi penting dalam kepemimpinan DAFA.
“Wakil saya (Imam Kafali,red) ini putra almaghfurlah TGH Ulul Azmy. Sehari-hari juga mengurus pesantren. Tentu akan paham, seperti apa peningkatan kualitas pesantren,” terang Nurhidayah.
Di tempat yang sama calon Wakil Bupati Lombok Barat Imam Kafali menuturkan jika sudah lama mengenal sosok Hj Nurhidayah.
Dua periode bersama menjadi wakil rakyat di DPRD Lombok Barat.
Itulah mengapa, mengenai janji dan komitmen, kata Kafali, paslon DAFA tidak sekadar lip service atau janji manis belaka.
“Saya ini dipilih sebagai wakil, itu bukti kalau pesantren memiliki posisi strategis untuk Lombok Barat saat ini dan nanti,” ucapnya.
Imam pun memohon doa, semoga ikhtiar pasangan DAFA yang ingin membuat perubahan di Lombok Barat mendapat restu dan dukungan dari pesantren.
“Kami memasukkan ponpes dalam 22 program unggulan. Insyaallah, kami sangat mengerti seperti apa pesantren,” sambungnya.
Baca Juga: The Dudas -1 Jajal Lintasan Sirkuit Mandalika, Ajak Penggemar Nonton MotoGP
Usai deklarasi dan resmi mendaftar di KPU Lombok Barat, paket DAFA terus berkeliling melakukan silaturahmi ke sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dari Ponpes Darunnajah di Desa Telagawaru, dua putra putri asli Lombok Barat ini juga berkunjung ke Ponpes Darunnadwah, Desa Mesanggok, di Kecamatan Gerung.
Nurhidayah-Imam Kafali maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat dengan dukungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai Demokrat, dan PSI. (tih)
Editor : Kimda Farida