LombokPost-Di momentum tahun politik ini, sejumlah pihak penasaran, kemana arah dukungan Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTB, untuk para peserta Pilkada serentak 2024.
Ketua PW GP Ansor NTB Masa Khidmat 2024-2028 Irpan Suriadiata merespons dengan mengungkapkan GP Ansor itu tidak mengarahkan dukungan kepada siapapun.
“Jadi GP Ansor ini bukan salah satu partisan dari calon kepala daerah yang sedang bertarung di Pilkada serentak,” terangnya, saat ditemui usai pelantikan PW GP Ansor Masa Khidmat 2024-2028 di Mataram, Jumat (11/10).
Kader yang tergabung di dalam GP Ansor, banyak dari unsur partai politik, seperti PDIP, Nasdem, Demokrat, PKB, dan lainnya.
Semua itu menjadi bagian dari GP Ansor, sehingga kader, tokoh, dan senior berada dimana-mana.
Karena itu, pihaknya tidak mendukung pihak manapun.
“Saat situasinya seperti ini, organisasi tidak bisa memback up salah satunya. Kalau itu dilakukan, maka tidak adil,” tegasnya.
Kendati demikian, pengurus tidak melarang bahkan memberikan kebebasan kepada kader untuk menentukan dukungan kepada salah satu pasangan calon kepala daerah.
Bagaimana pun, kader GP Ansor memiliki jumlah yang sangat banyak dan tersebar hingga ke pelosok desa.
Tentu saja siapa yang ikhlas berjuang bersama GP Ansor, pasti akan mendapat dukungan oleh kader yang bersangkutan.
“Ketika pasangan calon kepala daerah ini, mengelola kader kami dengan baik, maka kader itu jelas mendukungnya, itu hak konstitusional personal, ya silakan saja,” kata pria bergelar doktor ini.
Irpan juga merespons bagaimana terkait dengan dukungan PW GP Ansor NTB, ketika ada kader yang menjadi peserta di Pilkada serentak.
Dia menjelaskan, dukungan dalam bentuk instruksi atau perintah tidak ada, meski itu untuk kader sendiri.
“Untuk mendukung kader, tidak dimaknai dukungan secara struktur, tidak perintah resmi melalui jalur organisasi, umpamanya ada surat yang dibuatkan oleh GP Ansor,” ujarnya.
Tetapi sebagai sesama anggota keluarga, saling mendukung satu sama salin adalah hal yang lumrah dan wajar.
“Saling mendukung itu adalah hal yang lumrah, wajar-wajar saja,” kata dia.
GP Ansor pada prinsipnya, siapa yang paling bermanfaat bagi organisasi, maka itu pasti akan mendapat manfaat juga dari organisasi.
“Kalau ada senior, pernah berjasa, banyak berjuang, banyak berbuat bersama-sama dengan ansor, tanpa diperintah tentu akan didukung. Intinya kader ansor paham isyarat, tahu cara waktu dan lain sebagainya,” tandas Irpan.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) NTB Prof Masnun Tahir mengatakan perbedaan terhadap suatu pilihan merupakan hal yang sunnatullah dan menjadi bagian dari demokrasi.
“Ada perbedaan itu juga manusiawi, namun yang terpenting bagaimana kita bersatu, berkumpul dan bersama, memiliki tekad kuat untuk membangun NU dan Bangsa dalam menghadapi tantangan di masa depan,” jelasnya. (yun)
Editor : Kimda Farida