Keunggulannya dari dua paslon lain dalam hasil survei tersebut dinilai sebagai sesuatu yang wajar.
“Sekali lagi saya anggap itu wajar. Catatan penting kami adalah, ada pertumbuhan dukungan yang sifatnya organik. Saya orang baru, tidak punya mesin birokrasi, dan mesin lainnya yang bisa saya gunakan. Tapi ini organik,” kata Iqbal pada awak media.
Pertumbuhan pendukung yang sifatnya organik tersebut menurutnya terjadi karena banyaknya masyarakat NTB yang menginginkan perubahan.
Baca Juga: Perkuat Pengawasan Logistik, Bawaslu NTB Gelar Peningkatan Kapasitas SDM
Kendati demikian, Iqbal menilai keunggulannya tidak kemudian serta merta membuatnya jumawa.
“Tapi itu tidak dengan sendirinya membuat kami jumawa. Kita berharap leadingnya itu sampai tanggal 27 November. Jangan leading sebelum tanggal 27 saja,” harap Lalu Iqbal.
Sementara itu, paslon nomor urut 2 Zul-Uhel mengomentari hasil LSI yang menunjukkan keunggulan Iqbal-Dinda dengan santai.
Baca Juga: Komitmen Netralitas Lapas Lobar Kanwil Kemenkumham NTB Jelang Pilkada Serentak 2024
Zulkieflimansyah menerangkan, tujuan dilakukannya survei elektoral bermacam-macam.
“Ada yang memberikan data objektif, ada yang membuat down lawan, dan ada juga yang mengukur kekuatan. Yang masalah itu kan kalau lembaga survei merangkap konsultan,” kata Zulkieflimansyah.
Bang Zul menuturkan jika Zul-Uhel memiliki konsultan sendiri dan lembaga survei sendiri. (tih/r2)
Editor : Kimda Farida