LombokPost-Lalu Muhammad Iqbal adalah sosok yang mencerminkan perpaduan sempurna antara nilai-nilai kesantrian dan kepemimpinan modern.
Berawal dari langkah kecilnya sebagai santri di Pondok Pesantren Assalaam, ia memulai perjalanan hidupnya dengan menimba ilmu agama, membentuk karakter, dan menanamkan prinsip-prinsip luhur yang kelak menjadi pondasi dirinya sebagai pemimpin yang amanah.
Di pesantren, Lalu Muhammad Iqbal dikenal bukan hanya sebagai pelajar yang cerdas, tetapi juga sebagai santri yang istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.
Prinsip tawadhu’ (rendah hati), kejujuran, dan semangat fastabiqul khairat—berlomba-lomba dalam kebaikan—menjadi nafas dalam setiap tindakannya.
Kehidupan di pesantren telah mengajarkan Iqbal pentingnya kepemimpinan yang melayani, menjunjung tinggi keadilan, dan berlandaskan moralitas.
Diyakini, ketika terpilih menjadi Gubernur NTB, prinsip-prinsip kesantrian ini tetap menjadi panduan utamanya.
Ia akan memimpin dengan pendekatan rahmatan lil ‘alamin, membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, atau golongan.
Program-program yang diluncurkan oleh Iqbal selalu berakar pada semangat membangun peradaban, seperti mendorong pengembangan pendidikan berbasis akhlak, membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan, dan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat kecil.
Kharisma kepemimpinannya lahir dari ketulusan hati yang terpancar sejak ia masih menjadi santri. Iqbal percaya bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang memandang jabatan sebagai amanah, bukan kekuasaan.
Lalu Muhammad Iqbal adalah cerminan seorang pemimpin yang lahir dari rahim kesantrian—teguh pada prinsip, mengayomi dengan hati, Lalu Muhammad Iqbal adalah cerminan seorang pemimpin yang lahir dari rahim kesantrian—teguh pada prinsip, mengayomi dengan hati, dan melangkah dengan visi untuk membawa NTB menuju masa depan yang lebih baik.
Dari Pondok Pesantren Assalaam, ia membuktikan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya membentuk individu, tetapi juga mampu menciptakan seorang tokoh yang membawa perubahan besar bagi masyarakat.(Alfian Yusni, alumni Assalaam 2003)
Editor : Alfian Yusni