Usai dilantik pada 20 Februari 2025 lalu, Haerul Warisin-Edwin Hadiwijaya (Iron-Edwin) dikatakan memiliki setumpuk pekerjaan rumah yang mesti segera dikerjakan.
“Pertama ada hutang jatuh tempo sebesar 91,6 miliar. Lalu tuntunan tenaga honorer yang jumlahnya masuk peringkat ke-7 terbanyak di Indonesia,” kata Hasan atau yang akrab disapa Maman pada Lombok Post, kemarin (23/2).
Di saat yang sama, anggota DPRD Lombok Timur itu juga menyoroti tingginya angka pengangguran yang dibarengi dengan kemiskinan ekstrem.
Di tambah lagi laju pembangunan yang masih timpang antara utara dengan selatan.
“Kemudian tantangan berikutnya juga tentang tata kelola pemerintahan. Ini penting, apakah akan seperti yang akan dilakukan pemerintah provinsi denganmelakukan perampingan. Atau bagaimana?” tuturnya.
Baca Juga: Pramuka Kota Mataram Gelar Rakercab untuk Rumuskan Program Kerja Tahunan
Berbicara kemiskinan, Iron-Edwin juga mesti melihat masih tingginya jarak rasio masyarakat miskin dengan yang kaya yang masih sangat jauh.
Ditambah lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang masih jauh dari rata-rata nasional.
Tak hanya itu, di bidang pendidikan dan kesehatan juga masih banyak persoalan.
Kualitas pendidikan di Lotim dinilai masih terlalh jauh kalahnya dari Kota Mataram dan Bima.
Begitu juga derajat kesehatan masyarakat.
“Pembangunan kesehatan harus dilihat secara menyeluruh. Jangan hanga mengejar target pembangunan, tapi SDM yang dimiliki jauh api dari panggang. Jangan sampai pembangunan fisik saja yang diutamakan, tapi Alkes dan tenaga kesehatan diabaikan,” paparnya.
Baca Juga: 723 Calon Jamaah Haji Kota Mataram Ikuti Manasik Haji Gratis Tahun 2025
Selanjutnya yang tak kalah penting bagi Maman adalah mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Juga peningkatan kualitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Saya yakin Bupati dan Wakil Bupati ahli dalam hal itu. Namun saya ingatkan, dalam hal ini, penting bagi mereka untuk mendengarkan masukan dari DPRD. Jangan hanya mendengarkan DPRD yang mau memasukkan orang-orangnya di BUMD,” kata Maman dengan nada kritis.
Dari persoalan yang kompleks tersebut, sebagai Ketua TKD Iron-Edwin di Pilbup Lotim 2024 lalu, Maman berkeyakinan mereka memiliki kemampuan.
Terpisah, Ketua DPC PKB Lombok Timur Abrorni Luthfi mengatakan harapan besarnya pada pemerintahan Iron-Edwin.
Baca Juga: Pecah, Fun Run Byonday By BSI di Kota Mataram Diikuti Ribuan Peserta
Ia meyakini, di tengah sejumlah pekerjaan rumah yang menanti, keduanya akan mampu membawa perubahan bagi Lombok Timur.
“Harapannya adalah setelah kontestasi kemarin, semua elemen masyarakat Lotim bisa bersatu padu memberikan dukungan pada kepala daerah terpilih. Semua bahu membahu, mengerahkan pikirannya. Mengerahkan unek-uneknya untuk kemajuan Lotim,” kata Abrorni. (tih)
Editor : Kimda Farida