Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jokowi atau Kaesang? PSI Perpanjang Pendaftaran Calon Ketum Demi Kejutan Politik

Alfian Yusni • Minggu, 1 Juni 2025 | 18:26 WIB
Hingga kini, Kaesang Pangarep mendapat dukungan dari beberapa DPW PSI. (Foto: instagram)
Hingga kini, Kaesang Pangarep mendapat dukungan dari beberapa DPW PSI. (Foto: instagram)

LombokPost - Siapa Ketua Umum PSI selanjutnya, Jokowi atau Kaesang Pangarep? Publik masih dibuat penasaran.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi memperpanjang masa pendaftaran calon Ketua Umum PSI hingga 23 Juni 2025. Padahal tenggat awalnya ditetapkan pada 31 Mei 2025.

Langkah perpanjangan ini menambah spekulasi, apakah Jokowi bakal maju dalam Pemilihan Raya PSI, atau justru memberi jalan bagi Kaesang Pangarep kembali memimpin PSI untuk periode 2025–2030.

"Belum ada yang mendaftar secara resmi. Kami beri waktu lebih bagi kandidat, termasuk dari luar PSI, untuk konsolidasi dengan DPW dan DPD," kata Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, Sabtu (31/5).

Sinyal makin kuat bahwa PSI tengah menunggu keputusan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengakui sudah menemui Jokowi di Solo, Senin (26/6), untuk mengklarifikasi wacana tersebut.

Photo
Photo

"Ya, saya tanya, bapak gimana? Beliau bilang masih kalkulasi," kata Raja Juli.

Pemilihan Ketua Umum PSI 2025 digelar lewat sistem Pemilu Raya PSI, yaitu sistem one man one vote.

Setiap kader yang memiliki KTA PSI punya hak suara untuk menentukan arah kepemimpinan partai berlambang bunga mawar ini.

 

Hingga kini, Kaesang Pangarep mendapat dukungan dari beberapa DPW, termasuk PSI Sulawesi Selatan.

Ia disebut membawa semangat baru sejak menjabat Ketum PSI sejak September 2023 menggantikan Giring Ganesha.

Namun, nama Jokowi mulai masuk bursa calon Ketua Umum PSI. Ia tidak menutup kemungkinan untuk maju, tetapi mengaku masih menghitung peluang.

"Masih dalam perhitungan. Jangan sampai saya ikut, tapi kalah," kata Jokowi santai saat ditemui 14 Mei 2025 lalu.

Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menegaskan bahwa perpanjangan masa pendaftaran dilakukan juga agar para tokoh besar yang berminat.

Termasuk dari luar partai, punya waktu cukup untuk mendapatkan dukungan formal dari 5 DPW dan 20 DPD—syarat mutlak mendaftar sebagai calon ketum.

"Kami ingin proses Pemilu Raya PSI ini kompetitif dan meriah. Makin banyak kandidat, makin bagus," ujarnya.

Partai Solidaritas Indonesia mengklaim bahwa ini bagian dari upaya menunjukkan PSI sebagai partai paling demokratis, di mana keputusan strategis ditentukan langsung oleh anggota.

Kini, publik menanti, apakah Jokowi benar-benar akan turun gunung dan bersaing dengan anaknya sendiri, Kaesang Pangarep, dalam perebutan Ketua Umum PSI 2025–2030.

PSI resmi membuka peluang kejutan politik nasional. Jokowi atau Kaesang? Semua tergantung pada dukungan DPW dan DPD sebelum 23 Juni nanti. (***)

Editor : Alfian Yusni
#PSI #Jokowi #Pemilihan Raya PSI #calon Ketua Umum PSI #Kaesang Pangarep