LombokPost – Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) NTB H Muazzim Akbar angkat bicara mengenai persoalan struktur pengurus DPW PAN NTB yang tak kunjung terbentuk.
Selaku Koordinator Wilayah Indonesia Timur DPP PAN, Muazzim menegaskan jika selama pengurus DPW PAN NTB belum terbentuk, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) belum resmi menjadi Ketua DPW PAN NTB.
Anggota DPR RI Dapil NTB pulau Lombok itu sebenarnya tak ingin berkomentar banyak mengenai LAZ. Karena Bupati Lombok Barat itu kini tengah menjalankan ibadah haji.
“Kalau mau segera disebut Ketua DPW PAN NTB, susunan pengurus harus segera dibentuk. Karena saat ini dia (LAZ,red) baru dikukuhkan menjadi Ketua Formatur DPW PAN NTB. SK ketua definitif baru keluar setelah susunan pengurus ada,” kata Muazzim Akbar pada Lombok Post, Minggu (1/6).
Ia mengatakan akan langsung meminta LAZ untuk segera membentuk kepengurusan sepulangnya dari tanah suci. Hal itu dilakukan agar bisa mendapatkan jawaban langsung dari LAZ.
Muazzim yang merupakan mantan Ketua DPW PAN NTB menyayangkan kondisi kader PAN di 10 kabupaten/kota yang sampai hari ini tak memiliki induk setelah kepengurusan yang dipimpinnya demosioner.
Kata dia, sangatlah wajar jika kekosongan kepengurusan DPW PAN NTB menjadi pertanyaan kader dan simpatisan partai.
“Memang harus disegerakan agar teman-teman di daerah jangan sampai terlalu lama kehilangan induknya. Ini kan malah seperti ayam kehilangan induk, tidak tahu mau ke mana dan ngapain,” ujarnya.
Ia berharap, LAZ dapat segera menyelesaikan tugasnya sebagai formatur tunggal sepulang dari menunaikan ibadah haji. Menurutnya, pembentukan itu menjadi kunci dirinya dapat disebut sebagai Ketua DPW PAN NTB. Karena tidak mungkin dia menjadi ketua tanpa adanya susunan pengurus.
Selain itu, Muazzim juga mengingatkan agar jangan sampai pemilihan pengurus inti di tubuh DPW PAN NTB dilakukan dengan dasar like and dislike. LAZ menurutnya harus mengakomodir pengurus lama yang memiliki pengalaman dalam mengelola partai.
“Kalau itu harus. Kita harapkan ketua Formatur terpilih agar betul-betul mengakomodir seluruh potensi yang ada, kader-kader yang militansinya sudah tidak diragukan lagi. Jangan sampai memilih atas dasar like and dislike, juga karena kepentingan kedekatan, karena tim dan semacam itu. Kita harus betul-betul akomodatif,” tegasnya.
Di sisi lin, ia juga memandang pentingnya keterwakilan daerah dalam susunan pengurus DPW PAN NTB yang baru.
“Karena ini pengurus provinsi, harus ada tokoh yang mewakili pulau Sumbawa, harus dipikirkan. Begitu juga keterwakilan daerah-daerah, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan seluruh daerah lainnya. Karena PAN ini sukses mendulang kemenangan di pemilu dan pilkada kemarin karena itu,” jelasnya.
Dalam kapasitasnya sebagai DPP PAN, Muazzim kembali menegaskan, LAZ belum sah disebut ketua DPW sebelum membentukan kepengurusan DPW PAN NTB.
“Kalau mau cepat disebut ketua DPW, ya harus segera,” sambungnya.
Sebelumnya, politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) NTB Saipul Islam mempertanyakan susunan pengurus DPW PAN NTB yang tak kunjung terbentuk pascapenunjukan LAZ sebagai Ketua formatur DPW PAN NTB.
Baca Juga: Dipercaya Posisi Strategis, Muazzim Jabat Ketua Tenaga Kerja DPP PAN
Susunan pengurus yang tak kunjung terbentuk dikhawatirkan akan memperlambat sejumlah kerja partai yang mesti segera dilakukan. Termasuk kepastian sekretariat.
“Ini sudah satu bulan. Di daerah lain, pengurusnya langsung terbentuk satu minggu setelah Musda. Sekarang ketua menunaikan ibadah haji. Berarti kita harus menunggu satu bulan lagi,” kata Saipul Islam.
Baca Juga: Lima Kandidat Adu Kuat di Muswil PAN NTB, Semua Calon Punya Peluang Sama
Saipul yang sebelumnya berada di kepengurusan inti PAN NTB dan sudah 15 tahun lebih sebagai kader PAN mengatakan tidak mengetahui arah LAZ dalam memimpin PAN lima tahun ke depan.
Ia menuturkan, LAZ merupakan sosok yang benar-benar baru di PAN.
Sehingga membutuhkan kader-kader PAN yang sudah lama dan berpengalaman dalam memastikan roda organisasi bisa tetap berjalan.
Baca Juga: Terpilih Aklamasi, LAZ Resmi Pimpin DPW PAN NTB
Namun cukup disayangkan, sampai saat ini LAZ dikatakan belum melakukan koordinasi. Ia menduga, LAZ bertumpu pada DPP PAN.
Menurutnya, saat ini PAN sudah mengarah menjadi partai komando. Di mana seluruhnya tersentralisasi di pusat.
“Bahkan sampai pemilihan DPC pun ditentukan oleh DPP. Kita juga tidak tahu apakah masih atau berlanjut. Yang jelas kita tidak mengemis-ngemis. Sudah lama saya di PAN. Sudah tahu karakter masing-masing kader,” jelasnya. (tih/r2)
Editor : Siti Aeny Maryam