Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Lombok Timur Selatan Butuh Solusi Jangka Panjang Atasi Kekeringan

Fatih Kudus Jaelani • Minggu, 8 Juni 2025 | 18:15 WIB

SERAP ASPIRASI: Puluhan masyarakat sedang mengikuti Reses masa sidang III Anggota DPRD NTB dari fraksi Golkar Hamdan Kasim di Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Minggu (8/6).
SERAP ASPIRASI: Puluhan masyarakat sedang mengikuti Reses masa sidang III Anggota DPRD NTB dari fraksi Golkar Hamdan Kasim di Desa Senyiur, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Minggu (8/6).
LombokPost – Isu kekeringan masih menjadi masalah utama yang dihadapi warga Lombok Timur bagian selatan.

Masalah tersebut menjadi persoalan pokok yang disampaikan warga dalam kegiatan reses masa sidang III Anggota DPRD NTB dari fraksi partai Golkar Hamdan Kasim.

Hamdan Kasim atau yang akrab disapa HK menyampaikan selain kebutuhan air bersih, isu kekeringan yang kini disuarakan warga padanya adalah persoalan irigasi. Di setiap musim tanam tiba, pengairan untuk sawah dan ladang masih menjadi kendala utama warga dalam bercocok tanam.

“Isu ini bisa dikatakan permanen. Saya melihat sampai saat ini pemerintah belum memiliki solusi yang tepat dalam mengatasinya. Karena itu, saya sampaikan pada warga, selain mendorong Solusi jangka pendek, saya juga akan mendorong solusi jangka panjangnya,” kata HK pada Lombok Post, Minggu (8/6).

Baca Juga: Setengah Juta Warga NTB Terancam Kekeringan, Pemda Diminta Segera Lakukan Penanganan

Untuk solusi jangka pendek, pengadaan sumur bor bisa menjadi alternatif dalam membantu masyarakat.

Sedangkan solusi jangka panjangnya adalah membangun saluran pipa yang bisa dialirkan dari wilayah utara.

Ia menjelaskan, proyek SPAM pantai selatan yang dikerjakan Pemkab Lombok Timur difokuskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Namun program tersebut belum dapat membantu kebutuhan irigasi.

“Untuk irigasi kan kita harus berpikir jangka panjang. Dengan program pipanisasi, saya mendorong pemerintah, melakukan program pipanisasi. Biayanya besar, tapi masih mungkin kita lakukan,” kata HK yang juga sebagai Ketua Komisi IV DPRD NTB.

Baca Juga: Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus, Kekeringan Kembali Ancam Bumi Gora

Menurutnya, hal itu masih sesuai dengan posisinya di Komisi IV yang membidangi persoalan irigasi.

“Ini masih bidang saya juga di komisi IV. Sehingga akan saya suarakan,” sambungnya. (tih)

Editor : Kimda Farida
#Irigasi Pertanian #Kecamatan Keruak #Kekeringan #reses #Anggota DPRD NTB #Lombok Timur