LombokPost – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 30 Juni lalu secara menunjuk Nazaruddin sebagai calon Direktur Utama (Dirut) Bank NTB Syari'ah yang baru.
Bankir kelahiran Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, itu masih menjalani proses penilaian kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Meski demikian, nama Nazaruddin sebagai Dirut sudah terpampang di website resmi Bank NTB Syariah.
Wakil rakyat meminta publik untuk menghormati keputusan itu. Artinya, semua polemik yang sempat muncul dalam proses seleksi direksi sudah selesai.
Menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap Bank NTB Syariah sangat penting di tengah dinamika pergantian jajaran direksi.
"Tentu keputusan ini kita hormati dan kita hargai sepenuhnya," kata Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi, Jumat (4/7).
Disampaikan, prosesnya tinggal menunggu hasil dari OJK. Apakah yang bersangkutan akan benar-benar ditetapkan sebagai Dirut Bank NTB Syariah atau tidak.
"Karena efektifnya bekerja mengambil keputusan strategis setelah lulus fit and proper test OJK," jelas Sambirang.
Setelah itu, masyarakat NTB tinggal menunggu hasil kerja Nazarudin sebagai Dirut Bank NTB Syariah yang baru.
Sebagai bank daerah, Dirut harus mampu menjadikan Bank NTB Syariah sebagai instrumen utama dalam memperkuat ketahanan fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB.
Termasuk memperluas akses pembiayaan dan permodalan untuk sektor UMKM.
"Kita persilakan untuk bekerja. Dibuktikan bagaimana nanti kinerjanya," paparnya.
DPRD pun mendukung penguatan ekonomi NTB sesuai target Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Yaitu pertumbuhan 8 persen dalam lima tahun ke depan. "Nah salah satu kuncinya adalah bagaimana pembiayaan dari Bank NTB Syariah bisa diakses luas oleh semua sektor. Terutama dari kalangan UMKM," jelas Sambirang.
Lebih jauh disampaikan, Sambirang mengakui adanya kekecewaan dari sebagian pihak karena minimnya peran putra daerah dalam usulan nama calon direksi yang diajukan ke OJK.
Namun dia memastikan proses seleksi telah berjalan sesuai prosedur.
Sehingga semua pihak harus memberikan kepercayaan kepada direksi yang baru dalam menjalankan tugasnya membenahi Bank NTB Syariah.
"Memang cukup disayangkan kenapa SDM lokal yang berpengalaman tidak diberi ruang. Tapi kita hormati proses itu. Nanti akan kami nilai dari kinerjanya. Kalau ternyata kinerja mereka buruk, ya Komisi III akan bersikap," tegas politikus PKS itu.
Anggota DPRD NTB Sudirsah Sujanto meminta semua pihak untuk kompak membangun daerah.
Fokus utama saat ini, ujar dia, adalah perbaikan kinerja dan pengembangan Bank NTB Syariah sebagai bank kebanggaan daerah.
"Kita harus bersinergi bergerak ke depan. Ini soal kepercayaan publik yang harus kita jaga. Selanjutnya kami minta direksi baru membuktikan dengan kinerja terbaik," kata Sudirsah. (mar/r2)
Editor : Siti Aeny Maryam