Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dorong Sertifikasi Pemandu Rinjani, DPR Minta Kementerian Prioritaskan TNGR

Umar Wirahadi • Selasa, 29 Juli 2025 | 16:48 WIB
DEMI PARA PENDAKI: Petugas gabungan melakukan perbaikan jalur pendakian berupa pemasangan tangga besi dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.
DEMI PARA PENDAKI: Petugas gabungan melakukan perbaikan jalur pendakian berupa pemasangan tangga besi dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

LombokPost – Dua anggota DPR RI Fraksi PKS Johan Rosihan dan Tifatul Sembiring melakukan kunjungan kerja ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Kedua legislator itu memberi dukungan penuh atas perbaikan jalur pendakian Gunung Rinjani yang saat ini sedang berlangsung.

Dalam pertemuan itu, mereka disambut hangat Kepala Balai TNGR Yarman.

Johan Rosihan, misalnya, menyampaikan rekomendasi strategis terkait pengelolaan kawasan konservasi dan destinasi wisata unggulan itu.

Johan Rosihan menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan wisata pendakian melalui sertifikasi resmi bagi pemandu wisata. Mulai dari tour organizer (TO), guide, hingga porter.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pendakian Rinjani memenuhi standar kelayakan, keamanan, dan kenyamanan yang sesuai standar," papar Rosihan, Senin (28/7).

Disampaikan, sertifikasi resmi bagi pemandu wisata Rinjani sangat penting.

Ini untuk memastikan keselamatan dan kualitas layanan pendakian.

Pemandu wisata yang bersertifikat memiliki kompetensi yang teruji di bidang pelayanan, keamanan dan konservasi kawasan.

Sertifikasi, sambung Rosihan, juga memastikan petugas yang bersangkutan memiliki kompetensi teknis, etika profesional dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

"Sertifikasi ini juga untuk mewujudkan pariwisata pendakian yang aman dan berkelanjutan," jelas anggota Komisi IV DPR RI itu.

Baca Juga: Berkaca dari Insiden Juliana Marins, Balai TNGR Ingatkan Pendakian Gunung Rinjani Harus Utamakan Keselamatan!

Johan juga menyoroti perlunya koordinasi lintas sektor dalam pengamanan dan mitigasi risiko di kawasan pendakian.

Ditekankan, penguatan sistem rescue dan prosedur keselamatan harus menjadi perhatian serius untuk mengantisipasi insiden yang tidak diinginkan.

"Standar keamanan dan kesiapsiagaan harus menjadi hal yang tidak bisa ditawar untuk menjaga keselamatan para pendaki dan wisatawan," tandas anggota DPR RI dapil NTB 1 (Pulau Sumbawa) itu.

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyampaikan pentingnya sertifikasi resmi bagi pemandu wisata Rinjani untuk memastikan keselamatan pendakian.
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyampaikan pentingnya sertifikasi resmi bagi pemandu wisata Rinjani untuk memastikan keselamatan pendakian.

Anggota Komisi VII DPR RI Tifatul Sembiring meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberi perhatian lebih terhadap TNGR.

Khususnya dalam bentuk dukungan anggaran hingga penguatan sarana-prasarana pendukung.

Apalagi TNGR juga memberikan sumbangan ke kas negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tidak sedikit. Pada 2024, nilai PNBP pendakian Gunung Rinjani mencapai Rp 22 miliar.

"Dengan posisi strategis sebagai taman nasional, TNGR seharusnya menjadi prioritas dalam penguatan kelembagaan dan layanan," ujar Tifatul.

Pertemuan itu diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat antara DPR, kementerian terkait, dan pengelola taman nasional dalam hal ini Balai TNGR.

Hal ini untuk memastikan keberlanjutan dan keselamatan wisata berbasis konservasi di Gunung Rinjani.

"Apa yang disampaikan Pak Johan dan Pak Tifatul ini menjadi masukan yang konstruktif. DPR sangat mendukung pengelolaan TNGR yang profesional, aman, dan berdaya saing global," papar Yarman.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya melakukan perbaikan di 12 titik jalur pendakian. Dengan tiga titik yang sangat krusial.

Tindakan perbaikan berupa pemasangan tangga besi, pemasangan ralling, pemasangan tali pegangan dan pembuatan trap.

"Harapan kami dengan perbaikan ini bisa memudahkan pendaki," ujar Yaman.

Secara umum, perbaikan dilakukan dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak.

Teridentifikasi ada 12 titik yang berpotensi terjadinya kecelakaan apabila kurang berhati-hati.

"Tiga titik dianggap sangat krusial. Ini merupakan lokasi yang harus segera dilakukan perbaikan mengingat korban terjatuh berturut-turut di lokasi ini," tandas Yarman. 

Editor : Kimda Farida
#tifatul sembiring #Balai TNGR #Gunung Rinjani #Sertifikasi #Johan Rosihan #pemandu wisata