LombokPost – Penataan tempat wisata harus masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2025-2029.
Itu sejalan dengan keinginan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal yang ingin menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Hal itu ditegaskan Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Hasbullah Muis Konco.
"Destinasi pariwisata kita harus dibenahi secara total," kata Konco, sapaan karib Hasbullah Muis Konco, Minggu (3/8).
Disampaikan, penataan destinasi tidak hanya dilakukan di Pulau Lombok. Tapi juga di Pulau Sumbawa.
Baik tempat wisata yang terdapat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kota Bima dan Kabupaten Bima.
"Pulau Sumbawa banyak memiliki destinasi yang eksotis dan menarik. Ini jangan dianaktirikan. Supaya tidak Lombok sentris," papar Konco.
Dia menyebutkan beberapa tempat wisata besar di Sumbawa yang butuh perhatian pemerintah.
Di antaranya Geopark Tambora. Destinasi ini butuh intervensi agar lebih mendunia. Jika dikembangkan lagi, akan lebih banyak lagi pendaki ke Taman Nasional Tambora.
"Pengembangan fasilitas wisata perlu dilakukan bertahap oleh pemerintah. Seperti penyediaan sumber air bersih, listrik, fasilitas pendakian, dan infrastruktur pendukung lainnya," kata Konco.
Destinasi yang juga butuhkan penataan adalah Pantai Lakey di Kabupaten Dompu.
Pantai Lakey adalah surga bagi peselancar. Saat ini pengunjung didominasi turis asing. Mereka ke sana melalui jalur darat dari Lombok ke Sumbawa. Akses menuju lokasi pantai juga belum sepenuhnya mendukung.
Sehingga ekosistemnya sama sekali belum mencerminkan ekosistem pariwisata pantai sebagaimana yang ada di Lombok atau Bali maupun di lokasi wisata pantai lainnya di Tanah Air.
"Jalan yang kurang terawat, sampah yang berserakan, akses yang sangat terbatas, tata kelola kawasan Pantai Lakey yang masih seadanya. Ini jadi PR bersama untuk dibenahi oleh Pemprov," jelas Konco.
Padahal sektor pariwisata adalah sektor yang sangat potensial untuk mendatangkan banyak investasi baru dan membuka cukup banyak lapangan pekerjaan baru yang bisa dijadikan sebagai sumber penggerak ekonomi daerah dan penyedia lapangan pekerjaan bagi SDM-SDM lokal.
Destinasi lain yang juga potensial seperti Teluk Saleh, Padang Savana Doro Ncanga di kaki Gunung Tambora serta penebangan Taman Nasional Moyo Satonda.
Pengelolaan dan penataan Taman Nasional Moyo Satonda, contohnya, bisa dilakukan secara terpadu. Terutama dalam tiga aspek.
Yaitu pengembangan wisata alam berkelanjutan, konservasi spesies kunci, dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
"Kita berharap kunjungan wisatawan ke sana (Taman Nasional Moyo Satonda, Red) bisa lebih maksimal. Dengan begitu bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," papar Konco.
Pulau Moyo dan Pulau Satonda telah dikenal luas sebagai destinasi wisata alam dengan kekayaan hayati yang tinggi.
Mulai dari terumbu karang, hutan tropis, hingga spesies ikonik berupa kakatua kecil jambul kuning (cacatua sulphurea) serta rusa timor (rusa timorensis).
Kawasan ini juga merupakan bagian dari Cagar Biosfer Pulau Sumbawa yang ditetapkan UNESCO.
"Pengembangan ekowisata di kawasan ini harus selaras dengan upaya konservasi," tandas Bendahara DPW PAN NTB itu.
DPRD juga mengingatkan Pemprov untuk membangun pariwisata NTB yang terkoneksi. Wisatawan bisa dengan mudah mengunjungi berbagai destinasi di NTB dengan mudah dan nyaman. Sehingga perlu menghadirkan sistem transportasi yang terkoneksi satu dengan yang lain.
Misalnya wisatawan setelah berlibur ke Lombok bisa dengan mudah datang dan menjelajahi pariwisata di Sumbawa.
"Memang salah satu persoalan pengembangan wisata di Sumbawa terkait dengan konektivitas. Ini jadi PR bersama," kata Anggota Komisi III DPRD NTB Akhdiansyah.
Akhdiansyah mengingatkan sudah saatnya sektor pariwisata Pulau Sumbawa lebih dikenal dunia. Sebab jika sektor pariwisata bangkit akan memiliki banyak multiplayer effect.
"Kita dukung Gubernur menjadikan NTB sebagai destinasi dunia. Kita harus berani bermimpi dikunjungi jutaan wisatawan dalam negeri dan luar negeri," ujar Akhdiansyah.
Jika sektor pariwisata di Pulau Sumbawa bangkit, hampir bisa dipastikan investasi besar dalam bentuk hotel-hotel berbintang hingga restoran-restoran berkelas hadir.
Pelaku UMKM yang menjajakan aneka oleh-oleh dan merchandise juga bisa panen untung. Di sisi lain, usaha-usaha transportasi dalam berbagai bentuk seperti jasa tour dan travel bisa lebih hidup.
"Bagi pemerintah daerah ini bisa meningkatkan PAD daerah. Sektor wisata juga akan membuka lapangan pekerjaan berkualitas bagi masyarakat," ujar wakil rakyat Dapil NTB VI yang meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu itu. (mar/r2)
Editor : Prihadi Zoldic