Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Setuju SOP Baru, DPRD NTB Minta Pendaki Jangan Abaikan Kearifan Lokal

Umar Wirahadi • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 12:53 WIB
Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Pelita Putra mendukung SOP pendakian baru. Dia juga minta pendaki Rinjani menghargai kearifan lokal.
Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Pelita Putra mendukung SOP pendakian baru. Dia juga minta pendaki Rinjani menghargai kearifan lokal.

LombokPost – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) sudah menetapkan standar operasional prosedur (SOP) pendakian baru Gunung Rinjani pada Jumat (8/8).

SOP mengatur berbagai hal tentang prosedur pendakian. Mulai dari panduan khusus soal pintu masuk dan pintu keluar jalur pendakian yang dibolehkan.

Kemudian prosedur pendakian bagi pendaki nusantara atau pendaki lokal.

Baca Juga: Dorong Sertifikasi Pemandu Rinjani, DPR Minta Kementerian Prioritaskan TNGR

Juga mengatur aturan pendaki asing atau mancanegara, trekking organizer (TO), guide serta porter. 

Dalam SOP pendakian yang baru juga diatur soal larangan dan sanksi. Salah satunya pendaki dilarang membawa speaker aktif serta alat musik ke area pendakian Gunung Rinjani.

Sanksi yang melanggar mulai dari pencekalan, blacklist hingga pencabutan izin usaha bagi trekking organizer (TO). 

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD NTB yang membidangi ekonomi dan pariwisata Lalu Pelita Putra mendukung penuh kebijakan itu.

Tujuan utama untuk menciptakan keamanan dan menekan terjadinya angka kecelakaan di Gunung Rinjani.

"Ini demi keselamatan pendakian saya kira kita setuju," kata Lalu Pelita, Jumat (8/8). 

 Baca Juga: DPRD NTB Tolak Operasional Pesawat ke Rinjani, Balai TNGR Sebut Proses Perizinan Jalan Terus

Tapi dia juga mengingatkan semua pihak untuk perlu menghargai kearifan lokal yang hidup di masyarakat Sasak di Pulau Lombok.

Dikatakan, Rinjani bukan sekedar gunung yang menawarkan keindahan semata.

Tapi bagi masyarakat Sasak, jelas dia, Rinjani lebih dari sekedar gunung. 

MAGNET PENDAKI: Para pendaki diminta menghargai kearifan lokal masyarakat Sasak atas kesakralan Gunung Rinjani.
MAGNET PENDAKI: Para pendaki diminta menghargai kearifan lokal masyarakat Sasak atas kesakralan Gunung Rinjani.

Rinjani adalah sesuatu yang sakral yang harus dihargai dan dihormati oleh para pendaki.

Keyakinan ini sudah menjadi budaya yang telah lama hidup dan menyatu dengan masyarakat Sasak.

"Maka saya minta kearifan lokal ini harus dijaga oleh pendaki. Jangan nodai kesakralan Rinjani hanya karena ingin ikut tren di medsos," tegas Ketua DPC PKB Lombok Tengah itu. 

Menurutnya, kearifan lokal mencerminkan dimensi masyarakat lokal di kawasan Rinjani.

Tradisi tersebut menekankan keseimbangan antara hubungan Tuhan dengan manusia.

Juga manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungan.

Artinya apa, kita harus selalu menjaga alam. Jangan rusak alam karena bisa berakibat fatal bagi manusia," tandas Lalu Pelita. L

Editor : Siti Aeny Maryam
#kearifan lokal #Balai TNGR #Gunung Rinjani #DPRD NTB #Pulau Lombok #Sasak #Lalu Pelita Putra