Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD NTB Desak Gubernur Atasi Krisis Air Bersih di Gili Trawangan

Umar Wirahadi • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:38 WIB
Krisis air bersih kembali melanda kawasan wisata Gili Trawangan dan Gili Meno Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kondisi ini membutuhkan solusi segera agar kebutuhan dasar segera terpenuhi.
Krisis air bersih kembali melanda kawasan wisata Gili Trawangan dan Gili Meno Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kondisi ini membutuhkan solusi segera agar kebutuhan dasar segera terpenuhi.

LombokPost – Krisis air bersih kembali melanda kawasan wisata Gili Trawangan dan Gili Meno.

Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Najmul Akhyar telah bersurat ke Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk meminta bantuan.

Sebagai solusi jangka pendek, Bupati Najmul meminta dispensasi operasional sementara PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) sebagai penyedia layanan air bersih di kawasan itu.

Padahal seperti diketahui, operasional PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) terhenti setelah dicabut oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kondisi itu mendapat perhatian serius legislator Udayana.

Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir mendukung agar Gubernur Iqbal menggunakan hak diskresinya demi menjaga kawasan wisata prioritas itu tetap kondusif.

"Tentu karena air ini adalah kebutuhan yang vital. Maka harus ada tindakan segera," kata Muzihir.

Gubernur Iqbal diminta untuk segera menggunakan kewenangannya guna mengatasi krisis air bersih yang melanda Gili Trawangan dan Gili Meno.

Sebab krisis air ini telah berdampak negatif pada sektor pariwisata dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

"Dampak krisis air ini bisa menganggu pariwisata di kawasan Gili," ujar Muzihir.

Krisis air dapat menyebabkan gangguan pada operasional hotel, restoran, dan tempat usaha lainnya di Gili Tramena, yang merupakan kawasan strategis pariwisata NTB. 

"Kekhawatiran saya, jika ini tidak segara diatasi, krisis air dapat membuat wisatawan mengurangi minat mereka untuk berkunjung ke Gili Tramena," tandas politisi PPP itu.

Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir mendesak Gubernur segera turun tangan mengatasi krisis air bersih yang melanda Gili Trawangan dan Gili Meno.
Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir mendesak Gubernur segera turun tangan mengatasi krisis air bersih yang melanda Gili Trawangan dan Gili Meno.

Pengelolaan air bersih di Gili Trawangan dan Gili Meno sudah lama menjadi persoalan.

Saat awal menjabat, Bupati Najmul juga pernah menyampaikan secara khusus dalam pertemuan dengan Gubernur Iqbal di Kantor Gubernur NTB.

"Persoalan air ini juga masih dicarikan solusinya. Tapi menurut saya, dengan skema KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha, Red) yang ada saat ini sebetulnya sudah selesai. Apalagi ada PDAM juga yang jadi perwakilan pemerintah di sana," jelas Najmul.

Sebelumnya, Juni 2024, pelaku wisata dan masyarakat di dua Gili itu bergolak karena terancam krisis air bersih.

Itu setelah izin pengeboran pipa bawah laut milik PT TCN dicabut oleh Ditjen PKRL Kementerian KKP.

Padahal selama ini Gili Trawangan dan Gili Meno mendapatkan pasokan air bersih dari penyulingan air laut oleh perusahaan itu.

Sementara Gili Air mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM Amerta Dayan Gunung.

Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir mendesak Gubernur segera turun tangan mengatasi krisis air bersih yang melanda Gili Trawangan dan Gili Meno.
Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir mendesak Gubernur segera turun tangan mengatasi krisis air bersih yang melanda Gili Trawangan dan Gili Meno.
Editor : Siti Aeny Maryam
#PT TCN #Muzihir #Gili Meno #DPRD NTB #Gili Trawangan #Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal #Krisis Air Bersih