Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DPRD Dorong BRIDA Fokus Hasilkan Teknologi Terapan Berbasis Potensi Lokal NTB

Umar Wirahadi • Sabtu, 13 September 2025 | 13:40 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto (kanan) dan Sekretaris Komisi IV Hasbullah Muis Konco (kanan) memimpin rapat bersama BRIDA NTB, Jumat (12/9).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto (kanan) dan Sekretaris Komisi IV Hasbullah Muis Konco (kanan) memimpin rapat bersama BRIDA NTB, Jumat (12/9).

LombokPost – DPRD NTB meminta Badan Riset Daerah (BRIDA) Provinsi NTB berperan lebih maksimal dalam mengembangkan inovasi daerah.

Hasil riset yang dihasilkan tidak hanya berhenti dalam bentuk jurnal akademik. Tapi harus diteruskan menjadi temuan yang nyata dan aplikatif. 

"Sehingga keberadaan BRIDA sebagai lembaga riset daerah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Anggota Komisi IV DPRD NTB Suharto dalam rapat bersama, Jumat (12/9). 

Menurutnya, BRIDA harus fokus pada riset yang berbasis pada potensi lokal. Mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perikanan dan kelautan, peternakan, serta energi terbarukan.

Potensi tersebut juga bagian dari keunggulan daerah. Mayoritas warga NTB beraktivitas dan memiliki mata pencaharian di sektor tersebut.

DPRD menantang BRIDA untuk menghasilkan teknologi terapan di bidang-bidang unggulan itu.

"BRIDA NTB jangan hanya menjadi lembaga administratif. Tapi harus benar-benar menjadi dapur ide dan solusi bagi NTB. Khususnya di bidang teknologi, riset dan inovasi," tegas Suharto.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB Sudirsah Sujanto juga mendorong riset BRIDA harus menjadi lebih aplikatif.

Sehingga inovasi yang dihasilkan langsung bisa diterapkan oleh masyarakat atau kalangan industri.

Seperti riset produk turunan hasil pertanian. Ini bisa menghasilkan jagung pakan ternak, singkong dan tepung modifikasi.

"Ini bisa membantu UMKM dengan teknologi sederhana, murah, tapi berdampak besar," papar Sudirsah. 

Di sektor kelautan juga demikian. Inovasi bisa difokuskan pada pengembangan budidaya rumput laut, perikanan modern, serta pengolahan hasil laut bernilai tambah.

Anggota Komisi IV DPRD NTB Suharto meminta BRIDA untuk bisa menghasilkan teknologi terapan yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD NTB Suharto meminta BRIDA untuk bisa menghasilkan teknologi terapan yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Hasil riset BRIDA, sambung dia, jangan sampai berhenti hanya pada laporan saja. Harus diteruskan menjadi temuan yang nyata dan aplikatif. 

"Program harus menyentuh masyarakat bawah. Seperti petani, nelayan, UMKM. Ini agar manfaatnya terasa secara langsung," ujar Sudirsah.

DPRD juga mendorong BRIDA sebagai motor hilirisasi dan inovasi.

Sehingga NTB tidak lagi menjual hasil sumber daya alam dalam bentuk barang mentah.

Tapi minimal dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi.

"Jadi BRIDA harus berperan menghasilkan barang yang lebih bernilai secara ekonomi. Sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat," kata Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Hasbullah Muis Konco. 

Sejauh ini, BRIDA NTB sudah didukung oleh anggaran yang cukup besar. Tahun ini lembaga itu mendapat pagu anggaran Rp 12,81 miliar.

Hingga Juli lalu, anggaran sudah terserap Rp 4,50 miliar atau 35 persen.

Dalam waktu dekat, wakil rakyat memastikan akan turun langsung melihat inovasi dan teknologi yang sudah dihasilkan oleh BRIDA.

"Komisi IV akan turun langsung. Kami ingin tahu apa saja hasil teknologi dan temuan yang dihasilkan BRIDA," papar Konco. 

 

 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kelautan dan Perikanan #Pertanian #Inovasi Daerah #DPRD NTB #Brida NTB #teknologi #hilirisasi