Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dukung Muzihir atau Akri dalam Muswil, DPC PPP Tunggu Sinyal Pusat

Umar Wirahadi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 23:32 WIB
Sekretaris DPC PPP Lombok Barat (Lobar) Muhali mengatakan masih menunggu arahan DPP terkait dukungan calon ketua DPW PPP NTB dalam Muswil mendatang.
Sekretaris DPC PPP Lombok Barat (Lobar) Muhali mengatakan masih menunggu arahan DPP terkait dukungan calon ketua DPW PPP NTB dalam Muswil mendatang.

LombokPost – Pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di kabupaten/kota se-NTB mulai memantau dinamika menjelang musyawarah wilayah (Muswil) DPW PPP NTB.

Perebutan siapa sosok ketua Partai Kakbah NTB periode berikutnya mengarah ke dua figur. Yaitu H Muzihir dan Mohammad Akri.

Dua tokoh yang kini masing-masing menjabat sebagai ketua dan sekretaris DPW itu sama-sama mulai melirik dukungan dari DPC.

"Kalau komunikasi tetap sih. Sebagai pimpinan partai, Pak Ketua (Muzihir, Red) dan sekretaris (Akri, Red) tetap telpon," kata Sekretaris DPC PPP Lombok Barat (Lobar) Muhali, Kamis (9/10).

Menurutnya, komunikasi itu bukan dalam rangka menggalang dukungan menjelang muswil. Tapi lebih pada koordinasi partai antara DPW dan DPC. 

"Bagaimana pun mereka berdua adalah pimpinan kami. Kami sami'na wa atho'na," ujar Muhali. 

Terkait arah dukungan dalam muswil nanti, DPC PPP Lobar belum memikirkan hal itu. Sebab sejauh ini belum ada kepastian soal pelaksanaan Muswil maupun musyawarah cabang (Muscab).

Hal itu akan diatur dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) peraturan organisasi (PO) yang diterbitkan DPP PPP.

"PO ini panduan kami sebagai kader PPP dalam melaksanakan muswil dan muscab. Dan ini belum turun dari DPP," ucapnya.

Terkait apakah pihaknya akan mendukung Muzihir atau Akri, hal itu belum bisa ditentukan saat ini. Apalagi, sambung Muhali, mekanisme dan tata cara pemilihan ketua juga belum ada gambaran.

Apakah akan dipilih oleh DPC-DPC atau penunjukan langsung dari DPP.

"Atau bisa saja DPC mengajukan dua nama, lalu nanti ditentukan pusat. Jadi pertarungannya di DPP. Nah, mekanisme ini belum ada sampai sekarang," tutur Muhali. 

H Muzihir (kiri) dan Mohammad Akri (kanan) menunjukan persaingan sebagai calon ketua DPW PPP NTB periode 2025-2030 dalam Muswil mendatang.
H Muzihir (kiri) dan Mohammad Akri (kanan) menunjukan persaingan sebagai calon ketua DPW PPP NTB periode 2025-2030 dalam Muswil mendatang.

Prinsipnya, sambung dia, DPC masih menunggu arahan dari pusat. Dalam kali ini perintah Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono.

Arahan dari DPP bakal sangat berpengaruh dalam pelaksanaan muswil ke depan.

"Kan semuanya dari DPP. Kami di bawah hanya pasukan yang akan taat dengan perintah DPP. Sehingga saya belum bisa berspekulasi soal ini," papar Ketua Komisi IV DPRD Lobar itu.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bima Muhammad Erwin menyampaikan hal serupa. Pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan DPW PPP NTB.

Baik dengan Muzihir selaku ketua DPW maupun sekretaris wilayah Mohammad Akri.

"Sebagai organisasi partai politik yang punya hubungan hierarkis, tentu koordinasi DPW dan DPC tetap dilakukan," ujar Erwin.

Nah, terkait arah dukungan dalam muswil PPP NTB nanti, DPC PPP Kabupaten Bima belum menentukan arah.

Hal itu, kata Erwin, harus dirapatkan lebih dahulu di tingkat DPC. Sebagai ketua cabang, ia tidak ingin mendahului hasil musyawarah pengurus DPC.

"Kalau saya sampaikan soal dukungan nanti mendahului rapat DPC. Dan ini nanti bisa berimbas ke internal kami," ujarnya.

Erwin mengaku tidak ingin muncul gejolak di internal DPC gara-gara mendukung Muzihir atau Akri. Sebab ia yakin, setiap orang memiliki padangan yang berbeda soal sosok ketua partai politik.

Sehingga perbedaan pandangan itu harus disatukan melalui musyawarah mufakat terlebih dahulu. 

"Nanti saya dianggap mengambil sikap sepihak. Ini saya hindari dulu," pungkas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima itu. 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Muzihir #DPW PPP NTB #Muhamad Mardiono #Partai Persatuan Pembangunan (PPP) #Muswil PPP #Mohammad Akri