Itu sebagai pengakuan atas tingkat partisipasi pemilih yang berada di level sangat baik. Penghargaan diterima langsung oleh Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Provinsi NTB Agus Hilman, Sabtu (18/10).
"Penghargaan ini menunjukkan bahwa level partisipasi publik dalam Pilkada 2024 sudah masuk pada level yang sangat aktif," kata Agus Hilman.
Disampaikan, ada lima aspek penilaian yang dilakukan oleh KPU RI.
Meliputi registrasi pemilih, tahapan Kampanye, pencalonan, sosialisasi, pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat (sosdiklih parmas) hingga masa pencoblosan di TPS.
"Lima tahapan krusial dalam pilakada ini masuk dalam penilaian dari KPU RI," ujarnya.
Disampaikan, dari empat KPUD yang meraih penghargaan, tiga KPUD masuk kategori participatory. Artinya tingkat partisipasi publik sudah masuk level sangat baik.
Yaitu KPU Kabupaten Bima, KPU Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dan KPU Kabupaten Lombok Tengah.
Ketiganya masuk kategori participatory pada penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan wakil Walikota Tahun 2024 dari KPU RI.
Sedangkan KPU Kota Mataram meraih penghargaan sebagai KPU kabupaten/kota
dalam kategori engagement. Artinya mereka dinilai telah mendokumentasi pembelajaran Pilkada Tahun 2024.
"Apresiasi ini menjadi pelecut semangat kami dalam bekerja," ungkap Agus Hilman.
Ketua KPU RI Muhammad Afifuddin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari rencana strategis KPU untuk memperkuat literasi demokrasi.
Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil risiko dalam bekerja, serta menjadikan KPU sebagai penyebar informasi kepemiluan yang positif.
"Pemilu bukan sekadar teks, melainkan konteks. Kita perlu menunjukkan kerja nyata, bukan hanya ucapan," paparnya.
Afifuddin meminta setiap kantor KPU bisa menjadi pusat pengetahuan dan kolaborasi multipihak dalam penyelenggaraan pemilu dan pilkada.
"Kantor KPU dis semua level harus terbuka bagi publik dalam mencari informasi maupun untuk pembelajaran akademis," jelas Afif.
Editor : Siti Aeny Maryam